KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran Pasar Lemahabang di Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon pada Selasa (30/12) sekitar pukul 18.45 WIB, diduga akibat sambaran petir yang menghantam instalasi pembagi listrik di kios pasar.
Salah seorang pedagang, Iduy kepada FC mengungkapkan, saat kebakaran terjadi dirinya tengah berada di rumah, namun seusai salat maghrib, dirinya baru mengetahui kejadian kebakaran pasar Lemahabang yang menjadi tempat usahanya justru berasal dari media sosial, saat itu dirinya langsung bergegas untuk melihat kondisi kiosnya.
Ketika sampai di pasar, Iduy kaget bukan kepalang, seluruh isi kios miliknya sudah ludes dilalap si jago merah, kios yang berisi pakaian tersebut kini hanya menyisakan puing-puing, kios miliknya ternyata berada berdekatan dengan saudara-saudaranya yang juga ikut terbakar juga beserta isi dagangannya, namun ada juga beberapa pedagang yang masih bisa menyelamatkan sebagian barang dagangannya.
“Kalau penyebab kebakaran masih simpang siur, namun dugaan kuat karena sambaran petir yang menghantam listrik kios dan karena kios dan los kebanyakan terbuat dari kayu sehingga api sangat cepat menyebar meski dalam kondisi hujan,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra menjelaskan, kejadian kebakaran pasar Lemahabang diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, api diduga berasal dari sambaran petir yang menghantam instalasi penyambung listrik di kios pasar, sehingga terjadi konsleting listrik dan percikan api sehingga membakar kios pasar yang berada di lokasi tengah-tengah pasar, namun kepastian penyebab kebakaran, hal itu masih dalam proses penyelidikan.
Untuk melakukan pemadaman api pihaknya mengerahkan sekitar 9 mobil damkar dan 45 personil pemadam kebakaran. “Dua unit mobil water suplay tugasnya bolak balik untuk mengisi ulang air, dan itu ada sampai 3-4 kalinya,” terang Dadang.
Menurutnya, ada beberapa kendala dalam proses pemadaman, di antaranya kejadian kebakaran pada malam hari, kemudian sulitnya mencari sumber air untuk isi ulang dan lokasi pasar yang berada di tengah pemukiman masyarakat yang padat.
“Tapi, alhamdulillah upaya petugas damkar yang berjibaku memadamkan api, terutama melakukan penyekatan perluasan api, akhirnya setelah 3 jam melakukan pemadaman, api mulai mereda”
“Untuk jumlah korban sementara nihil dan jumlah kios yang terbakar kami belum bisa memastikan, karena masih proses assesment,” terangnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post