KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah pusat meluncurkan program stimulus berupa potongan 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang).
Namun, sejumlah pengemudi memberikan tanggapan beragam terkait implementasi program tersebut.
Seorang pengemudi ojol di Sumber, Ano menyatakan, dirinya masih ragu program ini bisa dirasakan langsung oleh pengemudi di lapangan “Kalau untuk info itu saya sudah baca, tapi untuk asli atau enggak di lapangan belum pasti. Kayaknya hanya yang di forum saja yang dapat. Kalau semua ojol bisa merasakan, itu enak. Ada jaminan juga kalau di jalan ada apa-apa,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Pengemudi ojek online lainnya, Adun menilai kebijakan ini bisa meringankan beban pekerja menengah ke bawah. Menurutnya, potongan iuran akan sangat membantu, terutama dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Kalau potongan pembayarannya pasti menguntungkan ya. Artinya kan meringankan yang harusnya 100 persen bayar, tetapi karena ada potongan jadi lebih ringan. Itu sangat membantu bagi rakyat menengah ke bawah,” ujar Adun.
Ia menambahkan, para pengemudi ojek online biasanya sudah mendapatkan perlindungan asuransi dari perusahaan. Namun, adanya potongan iuran BPJS tentu memberi keuntungan ganda. “Kalau misalnya lagi di jalan terus kena musibah, kan bisa langsung klaim ke perusahaan. Tapi kalau ada BPJS dengan potongan ini, ya semakin terbantu,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Andre, pengemudi ojek online lainnya. Ia mengaku mendukung penuh kebijakan pemerintah tersebut, meskipun pelaksanaannya masih perlu menunggu keputusan lebih lanjut dari pusat.
“Saya dukung, karena ini untuk masyarakat menengah ke bawah juga ada impact-nya. Kita sebagai rakyat mah mendukung program pemerintah selama berpihak pada rakyat. Tinggal bagaimana nanti realisasinya di lapangan,” kata Andre.
Andre menilai kebijakan ini tidak sekadar wacana. Menurutnya, pemerintah sudah memiliki agenda dan perencanaan, sehingga masyarakat tinggal menunggu pelaksanaannya. “Kalau pemerintahan sekarang, saya rasa bukan angin lewat. Sudah ada agendanya. Kita tinggal tunggu perintah dari pusat aja,” ujarnya.
Dengan adanya program potongan iuran BPJS Ketenagakerjaan ini, para pengemudi ojek online berharap pemerintah benar-benar merealisasikannya agar bisa meringankan beban mereka, sekaligus memberi perlindungan yang lebih baik saat bekerja di jalanan.
Sementara itu, tukang ojek pangkalan, Nurendra, menilai program tersebut cukup membantu “Ya kalau memang programnya begitu, saya siap saja. Dari pemerintah kan ada jaminan keselamatan kerja, sama jaminan kematian. Itu menguntungkan, saya pribadi senang sekali,” katanya.
Namun, ia mengakui masih kesulitan jika harus rutin membayar iuran meski sudah dipotong 50 persen. “Cuma untuk bayaran sekitar 50 persen tuh masih belum siap, karena pendapatannya lagi sepi banget. Sekarang nongkrong 4–5 jam baru dapat penumpang, sehari paling lima kali jalan,” jelasnya.
Program stimulus BPJS Ketenagakerjaan ini diumumkan pemerintah tahun ini, namun pelaksanaannya di lapangan masih menunggu mekanisme teknis lebih lanjut. (Red)













































































































Discussion about this post