KUNINGAN, (FC).- Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Kuningan menggelar Musyawarah Kabupaten di RM. Lembah Ciremai, Rabu (27/7).
Dalam Muskab tersebut, awalnya terjaring enam nama bakal calon Ketua HAKLI Periode 2022-2027, diantaranya Oci Sarkosi, Hary Sucipta, Inu Windu Nugraha, Tito Trijaunarto, Deni Wahyudi, dan Iye Maliyati.
Dari keenam orang yang terjaring tersebut, ditetapkan Hary Sucipta yang kini menjabat sebagai Kasubag TU Puskesmas Selajambe sebagai Ketua HAKLI Kabupaten Kuningan Periode 2022 – 2027, dengan Sekretaris Oci Sarkosi yang juga menjabat sebagai Subkor Kesling dan Kesorja Dinas Kesehatan Kuningan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Muskab HAKLI Kuningan, Nano Sumarsono menyampaikan HAKLI merupakan organisasi profesi yang menggali, menghimpun, membina, mengembangkan, menyelenggarakan, menapiskan dan mengimplementasikan bidang ilmu dan teknologi kesehatan linngkungan dalam pembangunan kesehatan guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Sesuai amanat AD/ART HAKLI, bahwa masa bhakti kepengurusan Organisasi untuk pengurus cabang selama 5 tahun dan masa bhakti kepengurusan HAKLI periode 2017–2022 akan berakhir, sehingga perlu dilaksanakannya Musyawarah Kabupaten ini sebagai sarana demokrasi untuk memilih Ketua dan Sekretaris serta kepengurusan yang baru Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia Cabang Kuningan masa bhakti 2022 – 2027.
“Muskab ini kita ambil tema ‘Dengan Muskab HAKLI 2022 kita wujudkan Tenaga Sanitasi Lingkungan yang Profesional, Sejahtera dan Bermartabat serta diakui secara Regional dan Nasional’,” ujar Nano.
Untuk peserta Muscab, lanjut Nano, terdiri dari Anggota Kehormatan, Anggota Biasa dan Anggota Muda dengan memiliki memiliki disiplin dengan mentaati dan menjunjung tinggi serta melaksanakan AD, ART, Kode Etik dan disiplin Profesi HAKLI.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan Hj. Susi Lusiyanti berpesan agar HAKLI sebagai organisasi profesi dapat berperan dalam pembangunan kesehatan.
“HAKLI saya harap bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan lingkungan, pendidikan, penelitian dan inovasi sanitasi yang bermutu, kemudian bisa meningkatkan nilai profesionalisme, etika, moral dan disiplin profesi serta tingkat status kesejahteraan bagi anggotanya, dan menjalankan Good Government dalam Tata Kelola Organisasi, sekaligus menjalankan kerjasama strategis, sinergis dan berkelanjutan dengan para mitra dan stakeholder,” jelas Susi. (Ali)
















































































































Discussion about this post