KUNINGAN, (FC).- Masa kepemimpinan Bupati H. Acep Purnama dan Wakil Bupati H.M Ridho Suganda sudah berjalan 2 tahun. Namun dalam masa kepemimpinannya belum nampak maksimal kinerjanya yang sudah dilakukan mereka. Apalagi jika harus mencapai visi-misi ketika kampanye.
Hal ini seperti di sampaikan oleh Ilham Ramdhani, salah satu Pendiri Forum Diskusi Waroeng Rakyat. Ilham menyoroti tentang minimnya dukungan program dan alokasi anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk pencapaian visi dan misi Acep-Ridho selama dua tahun terakhir.
Menurut Ilham, untuk mencapai visi misi Pembangunan Kuningan MAJU (Ma’mur, Agamis, Pinunjul) Berbasis Desa 2023, seharusnya ada dukungan program dan alokasi anggaran di setiap SKPD dalam upaya mendukung realisasi Visi Misi.
“Misalnya memperkuat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar visi dan misi dapat tercapai. Namun saya melihat selama dua tahun terakhir belum terlihat melibatkan SKPD. Kalau seperti itu saya khawatir visi misi Kuningan MAJU tidak akan terealisasikan, apalagi jika Pak Bupati harus mendukung program prioritas nasional yang mengacu pada Nawacita Presiden,” papar Ilham, Rabu (2/12).
Ilham menilai pasangan Acep-Ridho belum mampu melibatkan kalangan akademisi dalam setiap proses kebijakan yang dibuatnya, bahkan diajak diskusi pun tidak pernah.
“Kepemimpinan duet Acep-Ridho sebentar lagi menginjak 2 tahun, namun selama ini saya melihat pemerintah belum mampu melibatkan kalangan akademisi dalam setiap kebijakan yang akan diambilnya,” ujar Ilham.
Padahal, lanjtu Ilham, ketika memutuskan suatu kebijakan ada beberapa resiko yang pasti akan diambil. Jadi dengan melibatkan para akademisi dia meyakini setiap kebijakan yang diambil oleh Bupati maupun Wakilnya tidak akan salah langkah.













































































































Discussion about this post