INDRAMAYU, (FC).- Seorang Pemuda asal Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, RNM(25) di ringkus jajaran satnarkoba polres Indramayu tepatnya di Desa Sleman.
RNM diamankan pihak kepolisian, karena mengedarkan ganja dan memiliki ganja kering 1 kilogram, RNm diketahui merupakan Sindikat Jaringan Narkoba lintas daerah antara Jakarta dan Indramayu.
Kasus ini merupakan bagian dari 17 pengungkapan kasus narkoba selama April–Mei 2025 yang melibatkan total 24 tersangka.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengamankan satu paket ganja kering seberat 1.066,2 gram atau sekitar 1 kilogram dari tersangka RNM alias M. Penangkapan dilakukan di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg,” kata Ari Setyawan saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (27/5/2025).
Menurut Kasat Narkoba AKP Tatang Sunarya, ganja yang disita dari RNM merupakan bagian dari pengiriman sebanyak 3 kilogram yang dilakukan oleh bandar dari Jakarta.
Pengiriman menggunakan metode sistem titik peta (map) di wilayah Gantar, Indramayu.
Kasus ini memperkuat indikasi keberadaan jaringan narkoba Jakarta-Indramayu yang aktif menggunakan sistem distribusi tersembunyi untuk mengelabui aparat.
“Dari 3 kilogram ganja yang diterima tersangka, 2 kilogram telah terjual. Saat penangkapan, tersisa 1 kilogram,” jelas Tatang.
Tak hanya itu, dari tangan RNM polisi juga menyita tiga paket sabu seberat 1 gram dan satu unit timbangan digital.
Modus yang digunakan adalah menjual dan menawarkan langsung kepada konsumen, diduga melalui sistem jaringan dan komunikasi digital.
Pihak kepolisian juga mengungkap bahwa RNM bukan kali pertama terlibat. Dia diduga telah beberapa kali menerima kiriman ganja dari jaringan yang sama, dengan total keseluruhan mencapai 10 kilogram.
“Sebelumnya, dia diketahui telah beberapa kali menerima kiriman serupa dengan total keseluruhan mencapai 10 kilogram ganja,” pungkasnya.
Saat ini, tersangka RNM masih diperiksa intensif di Mapolres Indramayu.
Polisi juga tengah memburu bandar utama di Jakarta, yang diduga menjadi otak dari jaringan narkoba Jakarta-Indramayu. Kapolres Indramayu menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post