INDRAMAYU, (FC).- Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu, salah satu masjid yang menjadi ikon Kabupaten Indramayu, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Terlebih pada saat bulan suci Ramadan seperti saat ini.
Di Masjid Islamic Center, tidak sedikit masyarakat datang untuk beribadah, juga menjadi pilihan alternatif untuk menunggu berbuka puasa.
Seperti misalnya, Dewi (17) Warga di Kecamatan Kandanghaur yang rela menempuh perjalanan jauh dari Indramayu barat ke jantung kota Kabupaten Indramayu, hanya ingin beribadah di Masjid Islamic Center Indramayu yang mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah.
“Di Bulan Ramadan ini pengen suasana yang berbeda saja, khusus untuk beribadah,” ungkapnya kepada FC.
Dia mengatakan, di Masjid Islamic Center ini, selain tempatnya nyaman, juga cocok untuk menunggu berbuka puasa bersama keluarga. “Banyak orang jualan juga sih, kaya takjil dan makanan berbuka puasa lainnya,” ungkapnya.
Senada juga diungkapkan, Andi (20) warga Karang Ampel, dia memilih Masjid Islamic Center selain tempatnya nyaman, juga tenang buat beribadah. “Beda aja, kalau salat disini, lantunan ayat-ayat Al-Quran nya enak didengar dan bikin adem,” imbuhnya.
Seperti diketahui, di masjid ini, salat tarawih dan witir dilakukan sebanyak 23 rokaat. Dalam pelaksanaan salat sunah tersebut, imam sholat akan menerapkan satu juz per malam.
Dengan demikian, selama satu bulan penuh Ramadan, masjid megah kebanggaan masyarakat Kabupaten Indramayu itu, akan mengkhatamkan 30 juz Al-Quran.
‘’Ya sesuai hasil rapat pengurus, salat tarawih dan witir di Masjid Islamic Center Indramayu, akan menerapkan satu juz per malam,’’ ujar Wakil Sekretaris Islamic Center Indramayu, Ahmad Syadali.
Syadali menambahkan, sebelum pelaksanaan tarawih, akan dilakukan kultum terlebih dahulu. Kultum tersebut akan disampaikan oleh para ustadz yang sudah terjadwal.
‘’Pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadan, akan diadakan qiyamul lail,’’ terang Syadali.
Selain itu, lanjut Syadali, Masjid Islamic Center juga tetap menggelar kegiatan pengajian rutin. Yakni, berupa kajian kitab kuning, kitab Ihya Ulumuddin, tafsir jalalen dan Kitab Madzahibul Arbaah.
‘’Namun, pengajian rutin yang semula digelar bada Magrib, dipindah ke bada Subuh,’’ tutur Syadali.
Masjid Islamic Center Indramayu memiliki total luas lahan 12 hektare. Untuk lantai satu masjid yang mencapai luas 860 meter persegi, mampu menampung 1.250 jamaah. Sedangkan lantai dua seluas 737 meter persegi, bisa menampung 1.000 jamaah. Jumlah itu belum termasuk halaman dan selasar masjid.
Sekilas, Masjid Islamic Center Indramayu mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid megah itu diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada peringatan malam Nuzulul Quran, Jumat, 17 Ramadhan 1439 Hijriah atau 1 Juni 2018.
Beberapa hari setelah itu, Presiden RI, Joko Widodo, juga melaksanakan sholat taraweh di masjid tersebut, di sela kunjungan kerjanya di Indramayu. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post