KOTA CIREBON, (FC).- Polemik parkiran motor di Cirebon Super Block (CSB) Mall terus bergulir. Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Cirebon mengusulkan parkiran motor khususnya, di CSB dikelola dengan cara fleksibel yakni bisa menggunakan tunai maupun e-money.
Namun, hingga kini pengelola parkir CSB tetap mewajibkan pengguna sepeda motor menggunakan e-money baik aplikasi maupun kartu.
Hal ini menyebabkan pengguna motor yang tidak memiliki E-money parkir di badan jalan, sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung dan pengguna jalan.
Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengaku, parkiran yang tercecer di badan jalan berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Potensi hilang PAD busa saja karena parkir di luar area gedung itu tidak teridentifikasi,” katanya, Kamis (24/10).
Disisi lain, ia meminta pihak terkait untuk berkoordinasi mencari solusi agar parkir motor CSB yang tercecer di badan jalan bisa kembali tertib.
“Yang jelas tentunya kami mengajak ke para pihak termasuk Dinas Perhubungan segera mengeksekusi. Karena melanggar aturan, juga pada pengguna mohon kerjasamanya untuk tidak memanfaatkan ruas-ruas jalan yang tidak diperbolehkan untuk parkir,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kesadaran agar tidak memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak sesuai regulasi.
“Kepada pengguna juga mohon kesadarannya dan kerjasamanya bahwa memang itu bukan untuk parkir. Badan jalan difungsikan untuk pejalan kaki, bukan untuk parkir kendaraan,” pungkasnya. (Frans)















































































































Discussion about this post