KAB. CIREBON, (FC).- Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang rencana akan diperpanjang setelah tanggal 25 Januari, membuat lokasi wisata Ajimut (Bukif Maneungteung) belum akan membuka lokasi untuk pengunjung sampai ada inturuksi lanjutan demi menekan penyebaran covid-19.
Salah seorang petugas jaga pintu masuk lokasi Ajimut yang juga satgas covid-19 Desa Waledasem, Wawan kepada FC, Minggu (24/1) mengungkapkan, salah satu destinasi wisata di Kecamatan Waled adalah bukit ajimut yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan lokal kini nampak lengang dan sepi.
Hal ini terjadi lantaran sesuai intruksi pemerintah pusat terkait pelaksanaan PPKM, lokasi wisata merupakan salah satu tempat berkumpulnya para pengunjung yang bisa jadi rawan terjadinya penularan covid-19, sehingga untuk sementara waktu lokasi tersebut ditutup.
“Lokasi wisata bukit Ajimut ini bisanya tidak dijaga karena tidak ada karcis masuk atau gratis tetapi karena saat ini masa PPKM, kami dari satgas covid-19 Desa Waledasem ditugaskan menjaga agar tidak ada pengunjung masuk lokasi bukit Ajimut ini,’ ungkapnya.
Dijelaskannya, bahwa penutupan bukit ajimut sesuai dengan intruksi ketua gugus covid-19 Kecamatan Waled sebagai upaya melakukan antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Hal itu dikarenakan sampai saat ini Kecamatan Waled masih berstatus zona merah.
Dirinya bersama tim covid-19 Desa Waledasem sengaja berjaga dj pintu masuk lokasi Bukif Ajimut untuk menghalau para pengunjung karena lokasi tersebut disaat hari libur biasanya banyak pengunjung yang datang.
“Kita disini berjaga dari pagi, banyak pengunjung yang datang kita arahkan untuk kembali lagi, lumayan ramai karena hari libur,” tegas Wawan.
Lebih lanjut disinggung sampai kapan lokasi Bukit Ajimut tersebut dilakukan, Wawan mengungkapkan jika penutupan sampai batas waktu yang masih belum bisa ditentukan, apalagi pelaksanaan PPKM akan diperpanjang lagi.
Pihaknya masih menunggu intruksi lanjutan dari satgas covid-19 Kecamatan Waled, untuk imbas dari penutupan ini tidak ad efek kerugian bagi pemdes namun dengan sepinya pengunjung membut sejumlah pedagang mengeluh.
“Semoga langkah yang kita lakulan bisa efektif memutus rantai penularan covid-19, semoga pandemi segera berlalu dan kita bis menjalani kehidipan normal kembali,” harapnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post