“Untuk sementara, ada tiga armada yang akan dioperasionlakan pada koridor dua nanti. Tapi sambil jalan, kalau nanti animo masyarakat semakin tinggi kita bisa tambahkan armada. Sampai akhir tahun 2023, insyaallah cukup anggaran subsidi kita,” sambungnya.
Perihal koridor satu, kata Agus, untuk sementara diberhentikan dahulu. Hal ini karena terbatas oleh anggaran. Namun pihaknya memastikan, bila koridor dua sudah berjalan dan memperoleh pendapatan bisa dimulai kembali untuk pengoperasian koridor satu.
“Nanti di tahun 2024, kalau koridor dua sudah bagus ada animo dan kajian survei, bisa saja membuka koridor-koridor lain yang bisa difasilitasi. Termasuk sarana prasarana shelter secara bertahap. Dengan memanfaatkan sarana yang ada, nanti kita lihat posisi yang paling ideal,” imbuhnya.
Di tempat yang sama Kadishub Andi Armawan membeberkan, koridor dua juga akan melewati sentra-sentra ekonomi di Kota Cirebon, seperti mall, pusat perbelanjaan, sampai sekolah. Sehingga, keberadaan koridor dua di Kota Cirebon bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi massal yang representatif.
Dikatakaannya, koridor dua tersebut akan menempuh jarak 28 kilometer dengan waktu sekitar 120 menit. Selain itu, untuk waktu menunggu dari satu kendaraan ke kendaraan berikutnya selama 40-45 menit.
“Untuk awal, nantinya armada yang akan dioperasikan untuk koridor dua sebanyak 3 armada BRT. Namun bila berjalannya koridor dua ini animo masyarakat bagus dan mendapatkan pendapatan, kita bisa menambah menjadi 4 sampai 5 armada,” ujar Andi.
Rute koridor dua ini, kata Andi, akan dimulai dari Terminal Harjamukti, menuju Jalan Kanggraksan, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Angkasa Raya, Jalan Katiasa, Jalan Pramuka, kemudian menuju Cadan Ngampar Argasunya.




















































































































Discussion about this post