KAB.CIREBON,(FC).- Dampak kisruh internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon yang belum menemukan titik terang, menimbulkan kekhawatiran ketua cabang olahraga (cabor) Jujitsu yang saat ini tengah melakukan pembinaan terhadap para atletnya untuk persiapan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) Jawa Barat (Jabar) XV/2026 mendatang.
Ketua Pengurus Besar Cabang Jujitsu Indonesia (PBJI) Kabupaten Cirebon, Yusup Taujiri mengatakan, bahwa konflik diinternal tubuh KONI Kabupaten Cirebon yang hingga saat ini belum berkesudahan, berdampak pada keberlangsungan para atlet hingga cabang olahraga.
“Saya sangat menyayangkan adanya polemik di KONI karena kami (cabor) ingin menghadapi BK, sedangkan masalah di KONI belum selesai-selesai. Bahkan, terkesan ditambah terus masalahnya,” ujar Yusup, Selasa (19/8).
Menurutnya, jika konflik ini berkepanjangan maka otomatis tidak ada pencairan dana dari KONI untuk cabor, sehingga cabor yang ingin berangkat BK, tidak memiliki dana, bahkan dari beberapa pengurus KONI di daerah lain sudah terkenal kalau Kabupaten Cirebon KONI nya bermasalah.
“Saya berharap konflik yang terjadi di KONI Kabupaten Cirebon ini segera berakhir dan segera ada keputusan yang pasti, agar cabor-cabor bisa dengan tenang dan bisa mengikuti BK, karena permasalahan KONI Kabupaten Cirebon sudah menjadi bahan pembicaraan di daerah – daera lain,” ungkapnya.
Yusup juga menyayangkan, banyak teman-teman yang mengaku peduli terhadap perkembangan olahraga di Kabupaten Cirebon ketika ada masalah, kata dia, bukannya menyelesaikan justru menambah atau memperbesar masalah.
“Cabor kita terancam gagal mengikuti BK. Ada ketentuan jika Pengcab tidak mengirimkan perwakilan atletnya mengikuti BK, akan diblacklist untuk dua periode berikutnya. Kalau sekarang gagal ikut BK, otomatis nunggu 8 tahun lagi,” ucapnya.
Oleh sebab itu, lanjut Yusup akan sangat berpengaruh pada pembinaan atlet Kabupaten Cirebon, karena tidak mengikuti BK. Ia pun berharap, pemerintah daerah turun tangan membantu agar konflik ini segera berakhir.
“Pengaruh lainnya berdampak pada psikis para atlet dengan adanya permasalahan di KONI ini. Karena melihat masalah di Kabupaten Cirebon, tidak sedikit Pengcab dari daerah lain khususnya cabor Jujitsu yang ingin mengambil atlet kita untuk memperkuat daerahnya itu akan merugikan Kabupaten Cirebon,” tandasnya. (Johan)















































































































Discussion about this post