KAB. CIREBON, (FC).- Cuaca ekstrim tak hanya berdampak pada banjir dan tanah longsor, akan tetapi anak hayut di sungai kian marak di Kabupaten Cirebon.
Dalam kurun waktu kisaran satu pekan, anak hayut terjadi di Sungai Cimanis Kecamatan Susukanlebak dan di Sungai Cikanci Kecamatan Astanajapura juga di Saluran irigasi, Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Sri Heviyana disela kunjungan ke korban anak tenggelam di Desa Banget Kecamatan Astana japura dan Desa Paningan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon, Selasa (27/5) mengatakan, cuaca ekstrim mengakibatkan air sungai bisa naik dengan cepat.
Meski, di lokasi sekitar hanya gerimis. Maka diperlukan pengawasan ketat dari para orang tua, ketika anak bermain.
“Yang namanya anak-anak, bermain dimanapun yang mereka senangi. Namun kita sebagai orang tua, senantiasa mengawasi putra putri saat ketika anak. Terlebih, saat bermain di sungai,” katanya.
Heviyana menjelaskan, pengawasan yang ketat dari orang tua sangat diperlukan, guna mencegah anak-anak yang bermain di tempat yang membahayakan. Terutama di sungai, yang setiap saat meluap.
“Peran serta seluruh pihak sangat diperlukan, dalam mencegah hal yang diinginkan. Bila ada anak-anak yang bermain di sungai maupun irigasi, lebih baik disuruh pulang,” jelasnya.
Masih dikatakan Heviyana, kejadian yang sekarang mesti dijadikan pelajaran bagi orang tua, supaya tidak terjadi hal serupa.
“Begitu ada informasi anak hanyut di sungai, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk lakukan pencarian. Selain itu, berbagai keperluan seperti, kantong mayat dan mobil ambulan kami persiapkan,” ujarnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post