KOTA CIREBON, (FC)-. Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan pasca pemerintah menikan harga BBM subsini. Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Kenaikan mencapai 25 persen, ada pula yang sudah melonjak 80-100 persen.
Pedagang sembako di Pasar Jagasatru, H.agus (54) mengungkapkan, mulai dari rencana kenaikan BBM, harga bahan pokok di Pasar Jagasatru memang mengalami kenaikan. Salah satu bahan pokok yang mengalami kenaikan yakni beras.
“Harga beras yang biasanya saya jual per-karung itu 25/kg seharga Rp235.000 sekarang naik lagi kisaran Rp15.000- Rp25.000/karung. Beras yang naik itu jenis beras yang paling murah yang jual per-liter-nya itu biasanya harga normal Rp8.500/liter sekarang jadi naik Rp9.500. Biasanya hanya naik Rp200/kg sekarang jadi Rp1000/kg. Kalo jenis beras lainnya yang sebelumnya dengan harga normal Rp9.500-Rp10.000 hanya mengalami kenaikan kisaran Rp500/kg,” jelasnya.
Faktor yang mepengaruhi kenaikan harga bahan pokok seperti beras ini, kata dia, sudah terjadi beberapa bulan yang lalu stelah adanya pembagian sembako hingga 100-ton beras turun dari pabriknya.
“Ditambah lagi sekarang BBM naik. Sekarang peminatnya sedikit berkurang karena harga jual nya tinggi. Kalo BBM naik otomatis semuanya juga naik,” ujarnya.
Sementara itu kenaikan serupa terjadi juga pada harga jual sayur. Menurut perempuan yang akrab dikenal Bu Elin (45) mengatakan, kenaikan yang sama juga terjadi pada sayur-sayuran.
“Kol yang sebelumnya hanya Rp8000-Rp10.000/kg saat ini naik menjadi Rp12.000. Lalu tomat yang awalnya Rp6000-Rp8000/kg melonjak naik sampai Rp18.000/kg,” ujar Elin.
Kenaikan harga sayur itu, kata Elin, biasanya akibat darigagal panen dan saat ini kenaikan BBM.
“Penghasilan ekonomi saat ini sangat kurang stabil. Karena di Pasar Jagasatru ini termasuk pasar induk jadi pendapatan yang didapat juga engga nentu. Kalo di pasar ecernya laku otomatis di pasar induknya juga cepat habis,” imbuhnya.
Salah seorang pedagang di Pasar Kanoman Atum (48) mengatakan cabai rawit dan bahan rempah lainya naik tajam. Kenaikan BBM ini sangat mempengaruhi harga jual cabe rawit yang sebelumnya harga jual itu Rp40.000/kg sekarang melonjak hingga Rp. 60.000/kg.
“Cabai rawit kriting juga itu malah lebih mahal dari jenis cabai lainya. Harga cabai kriting itu bisa mencapai hingga Rp65.000-Rp70.000/kg. Sedangkan untuk jenis bawang merah, putih, itu masih ada yang Rp23.000-Rp30.000 tergantung jenis ukuran besar kecilnya,” jelasnya.
Berbeda yang dialami Dodi (53) salah satu penjual telur di Pasar Kanoman. Menurutnya justru harga telur ayam justru ada penurunan.
“Meski harga beras dan bahan pokok lainya cenderung naik, tapi harga telur justru mengalami penurunan. Harga telur yang sebelumnya Rp32.000/kg turun menjadi Rp27.000-Rp28.000 per kilogramnya” jelasnya.
Terkait harga telur, kata Dodi, akan naik beberapa hari kedepan akibat adanya kenaikan harga BBM, akan mempengaruhi harga pakan ternak ayam. Kenaikan BBM juga sangat akan mempengaruhi naiknya harga jual telur.
“Saran saya kalau pemerintah serius menangani ayam dan telur, pemerintah harus punya BUMN sendiri yang fokus pada perternakan ayam dan produksi pakan,” imbuhnya. (Puja)















































































































Discussion about this post