Tommy juga menegaskan sampai saat ini belum ada calon yang disiapkan pihak Keluarga Kesultanan Cirebon, karena tidak ada prioritas tujuan atas hal tersebut.
Karena tujuannya hanya ingin meluruskan sejarah. Dengan cara menyatukan pemikiran dan duduk bersama untuk bermusyawarah dengan cara yang santun.
“Apabila mentok tidak ada pilihan, maka kita kembali kepada sejarah. Sebab terbentuknya Cirebon tidak lepas dari sejarah. Setelah kita paham betul tentang prosesi urutan sejarah, nanti kan tahu dimana sih letak putusnya, dimana letak tidak sinkronnya,” imbuhnya.
Walikota Cirebon Nashrudin Azis mengapresiasi kedatangan keluarga Kesultanan Cirebon ini. Karena penyampaian sikap ini dilakukan dengan santun dan bijaksana.
Menanggapi pernyataan sikap mereka, Azis tetap pada posisi yakni Pemkot Cirebon akan menjaga dan memelihara ketertiban dan keamanan di Kota Cirebon. Dan termasuk semua keraton yang ada, karena sudah menjadi cagar budaya warisan leluhur.
“Kami minta semua pihak agar menahan diri, tidak melakukan provokasi dengan tindakan yang akan bersinggungan dengan hukum. Mari kita semua menjaga kondusifitas Kota Cirebon sebagai rumah bersama untuk tetap aman, nyaman dan damai,” pungkasnya. (gus/Sakti)













































































































Discussion about this post