Kedatangannya juga meminta perlindungan secara hukum. Pasalnya, pihaknya menengarai ada gerakan yang dilakukan oleh Keluarga Kesultanan Cirebon. Tapi ini bukan gerakan anarkis atau radikal. Dan pihaknya akan menjaga kesantunan dalam bersikap seperti kesantunan yang dilakukan Sunan Gunung Jati.
“Makanya kenapa kemarin malam kita pilih tempat di Astana Gunung Sembung. Itu kita untuk mendekatkan diri, bahwa kami dari keturunanya dan bahwa itu adalah eyang yuyut kita. Secara batiniah beliau- beliau melihat gerakan kami dan harapan kami gerakan ini bisa diterima dari leluhur kami,” katanya.
Pernyataan sikap ini diakuinya merupakan pemikiran dari banyak kerabat Kesultanan Cirebon. Didalam pernyataan ini perkara yang benar dikatakan sebenarnya dan salah dikatakan salah.
Terkait tanggapan dari pihak yang tidak sejalan, itu juga adalah hak mereka. Karena dalam penyampaian sikap ini merupakan hak setiap warga.
Tommy juga mengatakan, langkah selanjutnya dari Keluarga Kesultanan Cirebon akan melakukan audiensi dan beraudiensi dengan yang berwenang dalam persoalan hukum. Sebab menurutnya ada beberapa pihak yang melakukan aksi terkait hal ini.
“Kami sampaikan jangan sampai salah menilai. Kami tidak seperti yang terlihat beberapa waktu yang lalu. Yang kami pakai bukan kekuatan otot dan fisik. Kami keturunan langsung Sunan Gunung Jati hanya ingin menyampaikan ini mana yang benar mana yang salah. Kalau tidak mau diluruskan nanti urusannya dengan Allah,” ucapnya.















































































































Discussion about this post