“Padahal jumlah seluruh tabungan siswa lebih dari 1 miliar, ketika para wali murid mendatangi sekolah, pihak sekolah tidak secara tegas bertanggung jawab, tetapi pihak sekolah akan mendatangi guru pemegang tabungan siswa yang sekarang sudah pindah tugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Jumlah seluruhnya dari 12 kelas, baru kelas 1A, 1B, 2A dan 2B yang sudah dibagikan, masih 8 kelas lagi yang belum dibagikan,”paparnya.
Sementara Kepala SDN 1 Jatiseeng (SDN Center), Duana, menjelaskan melesetnya tanggal pembagian tabungan siswa dari tanggal yang sudah ditentukan disebabkan guru pemegang tabungan, Wandono, mengalami drop (sakit) mendadak dalam perjalanan menuju bank untuk mengambil uang tabungan siswa pada Jumat (12/6) kemarin.
“Yang bersangkutan (Wandono,-red) sampai sekarang masih di rawat di rumah sakit Putra Bahagia Cirebon,” jelasnya.
Berdasarkan informasi awal, sambung dia, bahwa tabungan siswa akan dibagikan bertahap, untuk kelas 1 dan 2 pada Kamis (11/6) dan kelas 3,4,5 dan 6 akan dibagikan pada Sabtu (13/6), sehingga hari ini orang tua siswa mendatangi sekolah.
“Tanggal 11 Juni memang sudah ada yang dibagikan, tetapi berhubung Ustad Wandono nya (guru pemegang tabungan) sakit jadi otomatos tertunda, kalau Pak Ustad nya nggak sakit pasti dibagikan dan lancar,” terangnya. (Gofar)














































































































Discussion about this post