Pasalnya disaat siswa-siswi belajar di rumah karena pandemi Covid-19. Alasan lain, wali murid butuh dana karena akan lebaran.
Akan tetapi, aku dia, pihak sekolah menolak dengan alasan tabungan siswa disetorkan di bank dalam bentuk deposito, dan baru akan dibagikan sesuai jatuh tempo deposito menjelang pembagian buku raport pada 11 Juni 2020 kemarin.
“Kita sudah sabar nungguin sampai tanggal 11 Juni, diundur lagi tanggal 13. Dan diundur lagi dengan alasan guru pemegang tabungan sakit, keputusannya hari Senin sekarang, tetapi gak cair lagi, tadi sepakat terakhir hari Jumat lusa. Tidak tahu cair lagi gak,”keluh Tati kepada FC, Senin (15/6).
Wali murid lainnya, Nunung, mengaku sangat kecewa dengan pihak sekolah, kekecewaan tersebut karena pihak sekolah tidak tegas mempertanggungjawabkan persoalan tabungan siswa.
Padahal pihak sekolah awalnya menyampaikan jika tabungan siswa aman dan dipastikan tidak akan ada kejadian seperti saat ini, karena telah bekerjasama dengan bank.
Pada kenyataannya uang tabungan sepenuhnya diserahkan kepada salah seorang guru dengan rekening nama pribadi.














































































































Discussion about this post