Bahkan klinik yang tersedia di dalam pabrik dinilai cukup memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi karyawan pabrik.
Usai peninjauan prokes di area pabrik Shoetown, Alimudin merasa lega. Dirinya berpendapat kalaupun ada buruh pabrik yang terpapar Covid, namun dia menilai bisa saja terjadi mereka terpaparnya bukan di area industry, namun di luaran sana.
“Setelah di pantau ternyata penerapan protokol kesehatan di PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI), sudah menerapkan protokol kesehatan dengan cukup baik, dari mulai masuk kerja sampai karyawan tersebut pulang kembali. Sehingga saya berkeyakinan di pabrik ini semuanya sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi manakala ada yang terpapar kemungkinan mereka terpapar diluar sana kemudian terbawa ke area industry,” pungkas Alimudin.
Di tempat yang sama, Agus Rusyana selaku Senior Manager Industrial PT Shoetown Ligung Indonesia mengucapkan terima kasih atas kedatangan Alimudin selaku Kadis Kesehatan Kabupaten Majalengka ke PT SLI untuk melihat langsung penerapan protokol kesehatan.
Bagi pihak manajemen perusahan tidak ada yang ditutup tutupi terkait penangan dan pencegahan covid 19, dari pertama karyawan masuk, selama di dalam area sampai karyawan pulan kembali semuanya diawasi dengan ketat.
Bagi mereka atau karyawan yang lalai maka pihak managemen akan memberikan peringatan yang sangat keras.
“Alhamdulillah Pak Kadis Kesehatan telah melakukan pemantauan secara langsung terkait penerapan protokol kesehatan di Shoetown, dan penilaiannya cukup baik, bahkan beliau sangat mengapresiasi,” ujar Agus.
Dikatakan Agus, memutus mata rantai penyebaran Covid 19 adalah tugas bersama, yakni pemerintah, pengusaha dan juga masyarakat semua.
Dari itu pihaknya menerapkan prokes dengan baik dengan 3 M yaitu selalu cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan selalu jaga jarak dimanapun berada atau hindari kerumunan. (Munadi)















































































































Discussion about this post