INDRAMAYU, (FC).- Jumlah Desa terdampak banjir di Kabupaten Indramayu mengalami kenaikan signifikan, angka tersebut berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait statistik lingkungan hidup dan multi Domain tahun 2024 sampai 2025.
Dalam data tersebut jumlah Desa terdampak banjir di Kabupaten Indramayu pada tahun 2024 mencapai 17 Desa, sedangkan pada tahun 2025 mencapai 23 Desa yang terdampak banjir.
Ketua Fraksi PDIP Indramayu, Edi Fauzi mengatakan tingginya angka Desa terdampak banjir di Indramayu ini tidak berbanding lurus dengan apa yang disampaikan eksekutif dalam hal ini Bupati Indramayu pada Nota
Penjelasan LKPJ 2025 yang disampaikan di Dewan.
“Pada nota penjelasan LKPJ 2025 Bupati Indramayu terkait kinerja Pemerintah daerah tentang pencegahan dan penanggulangan banjir capaiannya hingga 108,21 %, tapi Jumlah Desa terdampak banjir di Kabupaten Indramayu malah naik jadi tidak sinkron” ungkapnya
Atas dasar tersebut, Edi menilai pemerintah daerah kabupaten Indramayu gagal dalam mitigasi bencana banjir, sehingga jumlah angka Desa terdampak tersebut mengalami kenaikan yang signifikan.
Bahkan, kata Edi, peningkatan desa terdampak juga terjadi diwilayah perkotaan di Indramayu yang notabenenya sebagai jantung pusat pemerintahan di Kabupaten Indramayu.
“Di kecamatan Indramayu misalnya, yang tadinya hanya 4 Desa yang terkena dampak banjir, di tahun 2025 juga mengalami kenaikan menjadi enam Desa,” ujarnya
Dia mengatakan, Seharusnya pemerintah daerah kabupaten Indramayu mampu memetakan tata kelola sistem Drainase wilayah perkotaan yang katanya capaian angkanya 100,90 % dari program Peningkatan Drainase.
“Data data yang disuguhkan pemerintah daerah ini, tidak sama dengan realita dilapangan, ” ujarnya
Sementara itu, Plt Kadis PUPR Indramayu, Maulana Malik mengatakan terkait antisipasi ancaman dampak bencana banjir di wilayah perkotaan, pihaknya akan membuat penampungan kolam retensi untuk mengatasi banjir di perumahan di Indramayu karena kurang baiknya Drainase.
“Karena di perumahan di wilayah perkotaan ini kalau hujan sehari saja pasti banjir karena kondisi air tidak mengalir,” ujarnya
Selain itu, kata Maulana,tangani banjir perkotaan Indramayu, pihaknya juga akan normalisasi irigasi dan juga membuat sodetan di Bojong dan lainnya. “jadi ada banyak titik untuk atasi banjir wilayah indramayu,” pungkasnya. (Agus Sugianto)


















































































































Discussion about this post