GEBANG, (FC).- Anggota DPR RI Komisi IV, Prof. Rokhmin Dahuri, menyalurkan bantuan lima unit mesin perahu kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sinar Bahari di Blok Petoran, Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (11/7).
Bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mendorong kemandirian kelompok melalui sistem pengelolaan bergulir.
“Bantuan ini harus menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, bukan sekadar bantuan sesaat,” ujar Rokhmin Dahuri.
Dari total 20 anggota KUB Sinar Bahari, pada tahap pertama sebanyak lima anggota menerima mesin perahu. Prof. Rokhmin mengajak seluruh anggota menerapkan manajemen bergulir dengan semangat gotong royong.
Melalui mekanisme tersebut, para penerima bantuan diwajibkan menyisihkan sebagian hasil usahanya sebagai iuran yang nantinya digunakan untuk membeli mesin perahu bagi anggota lain yang belum mendapatkan bantuan.
“Kalau dikelola bersama, dalam waktu sekitar satu tahun seluruh anggota bisa memiliki mesin perahu,” katanya.
Menurutnya, pola bergulir tersebut tidak hanya mempercepat pemerataan bantuan, tetapi juga mampu menghindari kecemburuan sosial di dalam kelompok. Dengan sistem ini, bantuan pemerintah dapat berkembang menjadi aset bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh anggota KUB.
Untuk memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya, Prof. Rokhmin menegaskan akan melakukan pengawasan bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon, tenaga ahli di daerah, serta pengurus KUB Sinar Bahari. Ia menegaskan bahwa mesin perahu yang diberikan tidak boleh diperjualbelikan dan harus digunakan untuk menunjang aktivitas melaut.
“Mesin ini tidak boleh dijual. Gunakan secara produktif agar pendapatan nelayan terus meningkat,” tegasnya.
Prof. Rokhmin juga memberikan apresiasi terhadap komitmen KUB Sinar Bahari yang telah menyepakati sistem iuran dari hasil usaha. Melalui mekanisme tersebut, keuntungan yang diperoleh anggota akan dikumpulkan untuk membeli mesin perahu baru bagi anggota lainnya hingga seluruh anggota memperoleh fasilitas yang sama.
Sementara itu, tokoh masyarakat nelayan sekaligus nelayan veteran, Haji Rasju, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, seluruh penerima bantuan telah berkomitmen menyetor iuran sebesar Rp50 ribu setiap hari sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mengembangkan bantuan yang telah diterima.
“Kami sepakat bergotong royong agar semua anggota bisa memiliki mesin perahu dalam waktu satu tahun,” ujar Haji Rasju.
Ia menjelaskan, dengan lima penerima bantuan, dana iuran diperkirakan dapat terkumpul sekitar Rp7,5 juta setiap bulan. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk membeli satu unit mesin perahu baru dengan harga sekitar Rp6 juta, sementara sisanya dapat menjadi dana cadangan untuk kebutuhan kelompok.
Menurut Haji Rasju, sistem kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah dapat berkembang lebih besar apabila dikelola secara disiplin dan transparan. Ia berharap pola ini dapat menjadi contoh bagi kelompok nelayan lainnya di Kabupaten Cirebon.
“Semoga Prof. Rokhmin Dahuri selalu diberikan kesehatan dan keberkahan dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” pungkasnya. (Nawawi)









































































































Discussion about this post