KUNINGAN, (FC).- Harapan besar berubah menjadi kerugian besar. Baru dua hari ribuan anak ayam (day old chick/DOC) ditempatkan, kandang ayam broiler di Blok Mantaja, Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, ludes terbakar, Sabtu (11/7) dini hari.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sekitar 10.700 ekor DOC mati terbakar. Total kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp479 juta.
Kandang berukuran 50 x 8 meter dengan konstruksi dua lantai tersebut diketahui milik Usman Nur Hidayat (37), warga Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIB oleh dua karyawan yang tengah berjaga.
Saat itu, api sudah membesar dan melahap bagian dalam kandang yang baru dua hari digunakan untuk menampung ribuan anak ayam.
Upaya pemadaman awal dilakukan oleh karyawan bersama warga sekitar menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Kasipem Desa Japara, Apang, langsung menuju lokasi.
Karena api berpotensi merambat ke kandang lain di sekitar area tersebut, laporan kemudian diteruskan kepada UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Sebanyak sembilan personel Regu 3 UPT Damkar Kuningan yang dipimpin Kepala UPT Damkar Andri Arga Kusuma bergerak menuju lokasi sekitar pukul 02.15 WIB.
Petugas tiba setengah jam kemudian dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam.
Petugas berjibaku memadamkan api hingga proses pendinginan selesai sekitar pukul 05.00 WIB.
Berkat kesigapan petugas bersama personel Polsek Cilimus, Koramil Cilimus, aparat desa, dan warga, kobaran api berhasil dicegah agar tidak menjalar ke bangunan kandang lainnya.
Dari hasil pendataan sementara, hanya sekitar 300 ekor DOC yang berhasil diselamatkan.
Sementara sebagian besar ayam dan perlengkapan kandang tidak dapat diselamatkan akibat cepatnya api membesar.
Selain membakar ribuan anak ayam, kebakaran juga menghanguskan satu ton pakan ayam, ratusan wadah pakan, serta peralatan nipel minum ayam.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari mesin penghangat kandang.
“Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp479 juta. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Andri.
Menurutnya, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kejadian. Ditambah lagi kondisi angin yang cukup kuat membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.
“Petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk suplai air karena sumber air cukup jauh dari lokasi,” katanya.
Andri mengimbau para peternak maupun masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan mesin pemanas dan instalasi listrik.
Ia juga mengingatkan agar bangunan dengan tingkat risiko kebakaran tinggi dilengkapi sarana keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Proteksi awal sangat penting. Minimal tersedia APAR dan sumber air agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat ketika terjadi kebakaran,” pungkasnya. (Angga)









































































































Discussion about this post