KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mulai menerapkan work from home (WFH) rencananya Jumat (10/4) pekan ini. WFH sebagai upaya hemat energi di tengah geopolitik dunia yang tengah panas.
Bukan hanya WFH, Pemkot Cirebon memerintahkan pegawainya untuk hemat energi dengan ke tempat kerja (Bike to Work) dan menggunakan angkutan umum.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon M. Arief Kurniawan mengatakan, penerapan WFH akan diawasi sepenuhnya oleh masing-masing perangkat daerah. Nantinya WFH ini akan dievaluasi secara priodik, apakah efektif atau tidak.
“Nanti ada laporan yang disampaikan perangkat daerah mengenai WFH ini. Hasil laporan akan jadi bahan evaluasi,” ungkap Arif kepada wartawan, Senin (5/4).
Bukan hanya itu, pegawai yang WFH akan diminta untuk melaporkan keberadaannya dengan menggunakan aplikasi geotagging. Agar kepala perangkat daerah bisa memastikan lokasi pegawai yang tengah WFH.
“Dengan aplikasi geotagging bisa terpantau secara akurat letak dan waktunya. Jadi sulit untuk berbohong,” ungkapnya.
Namun dalam draf surat edaran WFH yang diterbitkan Walikota Cirebon nantinya untuk kepala perangkat daerah tetap bekerja di kantor. Hal ini untuk memudahkan koordinasi antar perangkat daerah dan kepala daerah.
“Pejabat pimpinan tinggi pratama serta eselon II dan III tetap diwajibkan bekerja dari kantor,” katanya.
Penerapan WFH tidak berlaku untuk perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan publik, kesehatan, pendidikan dan kegawatdaruratan.
“Puskesmas, rumah sakit, Damkar dan BPBD tetap berkantor seperti biasa. Kami tidak ingin WFH menganggu pelayanan publik di Kota Cirebon,” jelasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post