KOTA CIREBON, (FC).- Keterlibatan tokoh budaya dalam pengambilan keputusan terkait warisan sejarah dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah polemik di masyarakat.
Hal tersebut kembali disoroti pasca pembongkaran jembatan dan rel KA kuno bersejarah di kawasan Sungai Sukalila.
Pengamat Sejarah dan Budaya Jajat Sudrajat menegaskan bahwa Kota Cirebon sebenarnya telah memiliki Tim Ahli Cagar Budaya yang berwenang memberikan kajian terhadap bangunan bersejarah. Ia menilai tim tersebut seharusnya dilibatkan sejak awal sebelum keputusan pembongkaran dilakukan.
“Harusnya koordinasi dulu dengan Tim Ahli Cagar Budaya, apakah sudah terregistrasi atau belum, karena mereka yang mengetahui secara fisik dan histori tentang benda tersebut,” ujarnya saat kepada wartawan, Selasa (28/4).
Menurutnya, meskipun jembatan tersebut sudah tidak difungsikan sebagai jalur transportasi, nilai sejarahnya tetap penting bagi perkembangan Kota Cirebon. Ia menyebut jembatan tersebut merupakan saksi bisu perjalanan ekonomi pada masa lalu.
Jajat juga menilai bahwa pembongkaran yang dilakukan dengan cara memotong struktur jembatan menyebabkan hilangnya nilai historis benda tersebut. Ia menyebut kondisi tersebut membuat jembatan tidak lagi memiliki nilai yang sama meskipun nantinya dipasang kembali.
“Kalau dipotong-potong seperti itu, nilainya sudah berbeda, karena yang tersisa hanya besi tua dan bukan lagi saksi sejarah seperti sebelumnya,” ucapnya.
Selain itu, Jajat menjelaskan bahwa pada masa jayanya, jembatan Sukalila memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas transportasi komoditas menuju pelabuhan. Jalur tersebut digunakan untuk mengangkut barang menggunakan kereta uap menuju area pergudangan.
Ia menilai pentingnya kajian sejarah dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan bangunan tua agar tidak hanya mempertimbangkan kondisi teknis semata. Menurutnya, keseimbangan antara aspek teknis dan nilai historis harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pemerintah. (Agus)











































































































Discussion about this post