Di sepanjang jalan Ciptomangunkusumo tepatnya didepan cafe Moocow saja kurang lebih terdapat genangan air sedalam kurang lebih 15 cm.
Sedangkan di area seberang jalan kampus 3 UGJ sendiri juga tergenang air sedalam kurang lebih 10 cm.
Meski begitu, kedua area tersebut disebutkan oleh anggota Tenaga Suka Rela (TSR) Eko, jika aliran genangan air di kedua area tersebut hanya bersifat sementara. Namun, disisi lain ketika hujan yang benar-benar deras tiba akan mengakibatkan banjir dadakan terutama di seberang jalan kampus 3 UGJ tadi.
Sehingga, perlu dilakukan tindak lanjut baik perbaikan terhadap drainase dan pengelolaan terhadap sampah pula. “Sebenarnya di Cirebon banjir itu kebanyakan sifatnya hanya lewat saja. Artinya, tidak berlangsung lama,” ujar Eko.
Namun, hal ini tentunya menjadi perhatian khusus PMI. Terlebih, bila banjir tersebut berada di sekitaran pemukiman warga. Karena, bagi mereka tugas sebagai anggota TSR merupakan bagian dari tindak kebaikan dan kemanusiaan.
“Kita melakukan ini hanya semata-mata karena dari sisi kepedulian dan manusiawi saja. Masalah finansial saya sudah cukup ada dan mampu,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)













































































































Discussion about this post