KUNINGAN, (FC).- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa (14/4) pukul 13.00 WIB.
Aksi tersebut akan mengangkat dua isu utama, yakni persoalan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dugaan masalah pada dana Taspen bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harits, mengatakan aksi ini merupakan bentuk desakan agar pemerintah daerah dan DPRD memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
“Awalnya nilai TGR Rp8,6 miliar, lalu setelah rapat tertutup di Komisi IV berubah menjadi Rp3,2 miliar. Ini yang kami pertanyakan, harus ada penjelasan yang jelas,” ujarnya, Senin (13/4).
Menurutnya, ketidakjelasan informasi tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat jika tidak segera diklarifikasi secara transparan.
Selain itu, HMI juga menyoroti dugaan persoalan dana Taspen bagi P3K. Mereka mendesak adanya audit menyeluruh untuk memastikan tidak ada hak pegawai yang dirugikan.
“Kami ingin memastikan tata kelola pemerintahan berjalan bersih dan akuntabel,” tegasnya.
Koordinator Lapangan aksi, M. Alghifari Kusumawardany, menyebutkan ratusan massa dari berbagai komisariat telah disiapkan untuk mengikuti aksi tersebut.
“Kami akan turun dengan ratusan massa sebagai bentuk keseriusan mengawal isu publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, massa akan melakukan orasi secara bergantian serta membawa atribut sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Titik kumpul direncanakan berada di kawasan perkotaan sebelum bergerak menuju Gedung DPRD.
HMI berharap aksi tersebut dapat mendorong keterbukaan informasi serta langkah konkret dari pihak terkait.
“Harapan kami, ada transparansi dan tindak lanjut nyata. Jangan sampai persoalan ini berlarut,” katanya.
Dalam aksi tersebut, HMI juga berencana mengundang sejumlah pihak terkait, termasuk Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik. (Angga)











































































































Discussion about this post