KOTA CIREBON, (FC).- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah mempublikasikan kasus Hepatitis akut misterius sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini tak terlepas dari ditemukannya 170 kasus Hepatitis Akut misterius di 12 negara di dunia.
Di Indonesia sendiri terdapat tiga kasus hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya ini. Dimana ketiganya dialami oleh anak-anak di Jakarta dan mereka meninggal dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 31 April 2022.
Alhasil menindaklanjuti temuan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegah dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran nomor HK. 02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown Aetiology), tertanggal 27 April 2022.
Surat Edaran dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menuturkan, semua kasus yang terkait adanya penambahan infeksi hepatitis akut dilaporkan beberapa wilayah.
Kendati terdapat dugaan penambahan jumlah hepatitis akut pada anak, belum ada kasus yang dikonfirmasi secara resmi oleh Kemenkes.
“Memang ada penambahan jumlah kasus tetapi belum kasus confirmed, karena perlu dilakukan pemeriksaan genome sequencing untuk mengetahui secara pasti bukan merupakan hepatitis A hingga hepatitis E,” terang Nadia dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kemenkes, Kamis (5/5).
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon Edy Sugiarto kepada FC Minggu (8/5) menyampaikan, hepatitis akut misterius yang saat ini melanda dibeberapa negara, adalah penyakit yang sejauh ini masih belum diketahui etiologi atau penyebabnya.
Dikatakannya, beberapa laporan di banyak negara, kasus hepatitis akut misterius cenderung dialami pada anak usia di bawah 16 tahun. Sementara di Inggris, kasus yang diduga disebabkan oleh Hepatitis akut lebih banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.
“Sampai saat ini Kota Cirebon aman dari Hepatitis akut ini. Namun sebaiknya juga masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.
Edy menyebutkan, Hepatitis akut dengan Hepatitis biasa ini menunjukan gejala yang sama, yakni gangguan difungsi hati dan mata terlihat kuning. Akan tetapi penyebabnya beda, Hepatitis biasa sudah diketahui apa penyebabnya, sedangkan Hepatitis akut sampai sekarang belum diketahui penyebabnya. Makanya disebut Hepatitis akut misterius.
Dibandingkan dengan hepatitis biasa, hepatitis akut misterius belum jelas asalnya dan keterkaitan dengan aspek lain seperti obat-obatan tertentu atau makanan yang dikonsumsi sebelumnya.
Sehingga sebagai langkah untuk meningkatkan kewaspadaan penyakit ini, Edy menilai penyedia layanan kesehatan di Indonesia perlu siaga. Setidaknya memberikan penjelasan pada tenaga kesehatan dan berbagai terapi dasar bila terjadi kasus. Selain itu, penyuluhan kesehatan pada masyarakat luas juga diperlukan.
“Jelas kewaspadaan memang diperlukan. Untuk deteksi kalau ada kasus yang dicurigai, termasuk akses dan ketersediaan pemeriksaan adenovirus dan berbagai jenis virus lainnya,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post