Nur menambahkan para pedagang kecil di PGC tidak diberikan kompensasi apapun terkait dengan pemberlakuan PSBB ini. “Ini berarti kemiskinan kami rakyat kecil, kami tidak dapat apa-apa, kompensasi dari PGC pun enggak ada,” tambahnya.
Nur berharap Pemerintah Kota Cirebon bisa berikan keringanan kepada para pedagang, agar tetap bisa berjualan. “Kenapa harus ditutup, kenapa pak Walikota mencurangi kami, kemarin sidaknya hanya untuk jaga jarak kami tidak dikasih peringatan untuk ditutup,” ujarnya.
Nur menjelaskan para pedagang kecil yang ada di PGC tidak bisa berbuat banyak, sedangkan para pedagang membutuhkan uang untuk bertahan hidup.
“Ini manusia setiap hari butuh uang, mereka pejabat pakai plat merah terjamin ada gaji, sedangkan kami penghasilan saja tak tentu, tetapi masih dapat bernapas dengan adanya penhasilan setidaknya satu dua barang dapat terjual,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan mengatakan, protes yang dilakukan warga kepada petugas, sebagai bentuk kewajaran. Sebab, mereka merasa aktifitas perekonomiannya dibatasi selama PSBB.
“Perlu diingatkan bahwa kami melaksanakan kegiatan ini juga untuk masyarakat, kalau kita biarkan, sebentar lagi masuk akhir bulan puasa, dan banyak orang yang berkunjung, ini akan menyebabkan kerumunan, kita tidak tahu sebaran virus ini bagaimana,” terang Andi.(Sakti)














































































































Discussion about this post