KOTA CIREBON, (FC).- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari keempat diwarnai penolakan oleh pedagang di Pusat Grosir Cirebon, Sabtu (9/5).
Pemberlakuan PSBB oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon tidak sepenuhnya mendapatkan dukungan dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat ketika penertiban yang dilakukan di Pusat Grosir Cirebon (PGC).
“Saya enggak bisa pulang ke Padang, terus apa kompensasi untuk kami, kami hanya pedagang kecil, bukan narkoba yang kami jual, yang kami jual perlengkapan ibadah,” kata salah seorang pedagang fashion muslim Nuranindiah, sambil meneteskan air mata.
Perempuan paruh baya itu tak segan-segan memarahi petugas, meluapkan amarahnya. Sebab, ia tidak menerima jika tokonya harus ditutup. “Saya mau makan apa bapak, sekarang kami dimiskinkan dengan cara seperti ini, saya dan anak saya mau makan apa,” katanya
Nur mengatakan, pada hari sebelumnya Walikota Nashrudin Azis akan mencari solusi dan mempertimbangkan kembali.
“Bapak Walikota kemarin sudah memberikan solusi akan dipertimbangkan, kenapa sekarang tiba-tiba kami dikasih kertas dan diminta tutup. Ini berarti bukan solusi bapak,” tegasnya.














































































































Discussion about this post