MAJALENGKA, (FC).– Gibran Rakabuming Raka, resmi ditetapkan sebagai Bakal Cawapres Prabowo Subianto. Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Majalengka, H.Karna Sobahi mengaku kecewa.
Kekecewaan Karna Sobahi ini karena Gibran masih kader banteng. Bahkan, ia juga mempertanyakan Jokowi karena membiarkan anaknya yang masih kader PDI Perjuangan mendampingi Prabowo.
Padahal selama ini, menurut dia, bahwa PDI Perjuangan telah memberikan tujuh hamparan karpet merah untuk Jokowi dan keluarganya. Yang pertama, Jokowi menjadi Wali Kota Solo atas rekomendasi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
“Kedua, masih menjadi Wali Kota Solo, ketiga Pak Jokowi jadi Gubernur DKI serta yang keempat dan kelima menjadi Presiden dua periode, juga masih rekomendasi PDIP. Bahkan, semua kader PDIP ikut berjuang untuk Pak Jokowi,” kata H.Karna Sobahi selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Majalengka.
Selanjutnya, yang ke enam, putranya Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo dan berikutnya ketujuh, menantu Jokowi, Bobby Nasution yang menjadi Wali Kota Medan, juga masih di rekomendasikan oleh PDI Perjuangan.
“Nah, sekarang rakyat tinggal menilai. Ketika ibu ketua umum dengan tulus memberikan rekomendasi kepada Pak Jokowi dan keluarga, tapi sekarang seperti ini. Itu saja lah bagaimana suasana batin beliau,” ujarnya.
Meski demikian, hingga sekarang partai masih terus mempelajari situasi. Namun, saat ini banyak kader PDI Perjuangan yang mempertanyakan atas sikap dan langkah Gibran Rakabuming Raka, tanpa pamit seperti itu.
Walaupun demikian, Karna Sobahi mengaku optimis Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo – Mahfud MD akan menang di Pilpres 2024 mendatang. Karena, menurut dia, bahwa formasi Ganjar-Mahfud ini paket yang paling lengkap.
“Saya kira formasi Ganjar-Mahfud ini paket yang paling lengkap, ke ulama’annya ada yaitu Pak Mahfud dan nasionalis juga ada yakni Pak Ganjar. Jadi, Insya Allah akan menang,” imbuhnya.
Bahkan, ia juga mengaku tak gentar bertarung melawan Prabowo – Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 nanti. “Saya kira kalau di Majalengka, yang paling berat, jika Prabowo-Erick atau Prabowo-Ridwan Kamil. Karena Ridwan Kamil survei tertinggi cawapres dan Erick kedua,” katanya.
“Kalau Prabowo-Gibran, Insyaallah Ganjar-Mahfud menang. Karena, Gibran itu tidak tahu di Majalengka itu siapa, hanya anak presiden saja. Jadi Insyaallah gabungan nasionalis dan agamis ini, di Kabupaten Majalengka akan menang untuk Ganjar dan Mahfud MD,” ungkapnya menambahkan. (Munadi)


















































































































Discussion about this post