KAB. CIREBON, (FC).- Dua nelayan asal Gebang Kabupaten Cirebon yang sedang melakukan pencarian ikan di perairan Rancabuaya Garut terseret ombak pada Rabu dini hari (14/7) sekitar pukul 02.00 WIB.
Satu nelayan telah ditemukan di pinggir pantai. Sementara satu lagi belum diketemukan.
Saat ini jasad korban yang berhasil ditemukan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon untuk dimakamkan.
Salah seorang nelayan teman korban Sakun (60) mengungkapkan, malam itu Selasa (13/7) sekitar pukul 20.00 WIB ada ombak yang tinggi hingga lebih dari 10 meter.
Saat itu dirinya selamat dan memilih segera menepi. Sementara rekannya Mudi dan Jamal yang beda perahu tidak menepi, karena saat itu air laut mulai tenang kembali.
Bahkan sekitar pukul 21.00 WIB korban Masih sempat chatting lewat WhatsApp dan menanyakan keberadaan dirinya.
Saat itu dirinya menjawab sudah menepi, sementara korban masih melanjutkan pencarian ikan.
“Saya baru tahu kalau Mudi ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggir pantai oleh nelayan sekitar pukul 10.00 WIB pagi,” ungkapnya.
Masih menurut Sakun, dirinya kemudian menyampaikan langsung kabar meninggalnya Mudi ke keluarganya yang ada di Gebang.
Dirinya bersama teman-teman mengantar menuju rumah duka di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Sementara teman korban Jamal sampai saat ini belum ditemukan dan masih melakukan pencarian.
“Kedua korban kemungkinan terpental ketika ada ombak besar yang kedua sekitar pukul 02.00 WIB, sementara perahu yang mereka tumpangi masih terapung di lokasi kejadian dengan kondisi masih tertahan jangkar,” ungkapnya.
Sementara, Sekjen DPP Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Budi Laksana yang datang melayat korban menjelaskan, para nelayan yang mencari ikan di perairan Rancabuaya Garut biasanya rata-rata memiliki aplikasi di HP untuk menunjukkan kondisi cuaca sekitar laut tersebut.
Jika kondisi angin sekiranya besar, maka mereka memilih tidak melaut. Sementara ketika angin teduh mereka baru melaut.
Menurutnya, ada kemungkinan perkiraan cuaca dari aplikasi HP tersebut berubah seketika. Saat sore hari angin teduh tiba-tiba malam hari datang angin, sehingga muncul ombak besar.
“Kami masih melakukan koordinasi dengan teman-teman nelayan di wilayah Rancabuaya Garut dan mereka masih melakukan pencarian 1 korban lagi yang masih belum ditemukan,” ungkapnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post