KUNINGAN, (FC).- Dosen Pascasarjana Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Dr. Iman Subasman, mengusulkan program Ajengan Masuk Sekolah di Kuningan. Program tersebut dinilai penting untuk membangun karakter masyarakat atau pelajar di daerah tujuan wisata supaya tetap kokoh sesuai dengan nilai-nilai agama dan bangsa.
Saran tersebut disampaikan dalam sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan tahun 2021 yang digelas Bappeda Kuningan, di Gedung GOW Kuningan belum lama ini.
Iman menerangkan, tema hasil penelitian “Ajengan Masuk Sekolah, Model Pendidikan Karakter Di Kota Wisata” merupakan hasil penelitian yang dia lakukan di Kabupaten Pangandaran. Program tersebut memuat inspirasi yang sama untuk Kabupaten Kuningan karena dua daerah tersebut sama-sama mempunyai potensi wisata berkelas nasional bahkan dunia.
“Wisata harus maju dan berkelas dunia, tapi di sisi yang lain kita juga harus melangkah jauh bagaimana membangun karakter masyarakat khususnya pelajar supaya tetap kokoh sesuai dengan nilai agama dan bangsa,” kata Iman.
Ajengan masuk sekolah, lanjutnya, merupakan program unggulan Kabupaten Pangandaran dalam menguatkan karakter para pelajar. Melalui program itu, ratusan ulama kharismatik diturunkan ke sekolah jenjang SD dan SMP untuk mengajar langsung di kelas selama 2 jam pelajaran perpekan, meliputi pembelajaran Tauhid, Fiqh, Akhlaq, Al Quran dan praktik ibadah.
“Program AMS ini mendukung Pangandaran sehingga berhasil meningkatkan raport karakter SD dan SMP di tingkat Jawa Barat,” ujar Iman yang juga Kaprodi Magister PAI Unisa.
Untuk memulai program tersebut, Iman menyarankan, Pemerintah Kabupaten Kuningan harus melalukan beberapa hal di antaranya, mengevaluasi kembali visi agamis, mengevaluasi efektifitas Perda Diniyah, bekerjasama dengan stakeholder pendidikan-keagamaan, membuat model pendidikan karakter khas Kuningan, dan memasukan program daerah tentang pendidikan karakter dalam APBD.
“Harus terjalin sinergi para pihak, sehingga program AMS ini bisa mewujudkan visi Kuningan sebagai daerah yang agamis,” ujar Iman. Sementara, Tatiek Ratna Mustika, yang merupakan Kabid Perencanaan, Data, Evaluasi, Penelitian & Pengembangan Bappeda Kuningan menerangkan, kegiatan diseminasi tersebut merupakan upaya Bappeda untuk mendapatkan masukan dalam rangka pengembangan Kabupaten Kuningan.
Kegiatan yang dilaksanakan untuk kali keempat selama tahun 2021 itu merupakan upaya Bappeda dalam mengakomodir saran-saran dari para peneliti dan akamisi. (Ali)
















































































































Discussion about this post