“Pompa air secara umum sudah banyak, tapi hanya sedikit orang yang bisa atau mampu membelinya. Seperti pompa air yang membutuhkan bensin untuk mengoprasikannya cukup menguras biaya,” papar Yogi.
Dijelaskan Yogi lebih lanjut, pompa hidrolik yang dirancangnya cukup memanfaatkan tenaga air yang berasal dari arus kali Cijolang ketika kemarau.
Arus air dimanfaatkan sebagai tenaga pemutar atau kekuatan untuk memutarkan kincir dan menarik atau mendorang air. Sehingga tidak memelukan bensin atau pun tenaga listrik.
Pompa tersebut, menurutnya, akan menjadi solusi dalam menjawab hambatan-hambatan pengaliran berupa perbedaan tekanan dan perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Karena pada prinsipnya, pompa mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran fluida.
Energi yang diterima oleh fluida akan digunakan untuk menaikkan tekanan dan mengatasi tahanan-tahanan yang terdapat pada saluran yang dilalui.
“Sistem kerja pompa air hidrolik, sumber tenaganya berasal dari arus air yang berfungsi untuk memutarkan kincir air. Dari sumber tenaga tersebut dipindahkan tenaganya ke hidrolik sistem yang berfungsi untuk menarik dan mendorong air. Agar air bisa terhisap maka menggunakan dua lubang pipa yang terdiri dari pipa masukan dan pipa pembuangan. Pipa masukan berfungsi untuk menghisap air dan pipa buang berfungsi untuk mendorong air,” jelasnya.

















































































































Discussion about this post