MAJALENGKA, (FC).- Di akhir bulan Ramadan atau tepatnya sehari menjelang hari raya idul Fitri 1443 Hijriah, Pemdes Lojikobong Kecamatan Sumberjaya berbagi kebahagian kepada masyarakat setempat. Puluhan ribu mie instan dibagi ratakan kepada sekitar 2.012 Kepala Keluarga yang ada di desanya tersebut.
Langkah ini tentunya diambil Kades Lojikobong Eman untuk meringankan beban masyarakat akibat adanya pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum juga berakhir.
Sebanyak kurang lebih 2012 kepala keluarga yang ada di Desa Lojikobong semuanya dibagi rata tanpa kecuali.
Setiap kepala keluarga mendapatkan satu kantong plastik yang berisikan 10 bungkus mie instan yang diberikan oleh RT atau relawan yang ada di bloknya masing-masing
Pembagian mie instan secara serentak tersebut melibatkan Jaenah selaku isteri kades yang sekaligus Ketua TP PKK Desa Lojikobong, Karang Taruna Bangkit, RT/RW dan dibantu para tenaga serta relawan setempat.
Kades Lojikobong Eman kepada wartawan mengatakan, ini kegiatan rutin disetiap akhir bulan Ramadan sebagai bentuk tanggung jawab pemdes disaat masyarakat tengah mengalami kesulitan ekonomi.
Walaupun nilainya tidak seberapa karena keterbatasan anggaran, namun yang perlu dicatat semua Kepala Keluarga tanpa kecuali mendapatkan pembagian mie instan.
“Alhamdulillah di pengujung bulan puasa ini pemdes bisa sedikit berbagi dengan masyarakat, semoga kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat yang kebetulan pada saat ini terkena dampak ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19, yang sampai saat ini belum berakhir,” ujar Kades Eman, Minggu (1/5).
Dijelaskan Kades Eman, sumber anggaran dari kegiatan ini adalah dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yakni dari hasil keuntungan pengolahan limbah dari PT Bintang Baru Sukses (BBS) yang ada di desanya, yang selama ini dikelola oleh pemdes.
“Biar masyarakat tahu bahwa limbah dari PT BBS yang selama ini dikelola Pemdes dan Karang Taruna Bangkit, hasilnya dikembalikan untuk masyarakat,” ujar Kades Eman.
Masih dijelaskannya, disamping kegiatan seperti bagi-bagi mie instan, pemdes juga membagikan puluhan box masker ke mushola-mushola dan masjid, serta pemberian uang sebesar Rp 500 ribu untuk mushola dan Rp 1 juta untuk masjid.
Disamping itu juga Kades Eman menghimbau kepada masyarakat dalam menghadapi lebaran tahun ini agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan, yakni selalu cuci tangan, memakai masker dan jaga jarak atau hindari kerumunan.
“Walaupun lebaran tahun ini pemerintah sudah memperbolehkan mudik, atau berkujung ke tempat wisata karena penyebaran Covid-19 dinilai sudah landai, namun pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan Prokes serta sudah mendapatkan vaksinasi booster agar kita nyaman dalam bepergian,” ucapnya.
Dikatakannya, walau lebaran tahun ini sudah ada kelonggaran dari pemerintah, kalau bisa sebaiknya masyarakat menunda dulu untuk berkunjung atau silaturahmi ke luar daerah.
Hal ini mengingat sampai saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka masih ada walaupun landai.
Pantauan wartawan, kegiatan bagi bagi mie instan di masa pandemi covid 19 ini didukung oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Bangkit.
Puluhan anak-anak muda berbaur bersama ibu ibu PKK, RT, RW dan tenaga Relawan Desa, turut membagikan mie instan dari pintu ke pintu.
Tidak sedikit masyarakat yang merasa terbantu atas pembagian mie instan yang diberikan oleh pemdes.
“Kami mengapresiasi langkah yang diambil pemdes, semoga kegiatan ini bisa sedikit membantu beban masyarakat yang saat ini mengalami krisis akibat wabah penyebaran covid – 19,” ujar Kasdim salah seorang RT di Desa Lojikobong.. (Munadi).
Foto : Kades Lojikobong, Eman memberikan secara simbolis mie instan kepada para RT yang nantinya dibagikan kepada 2012 KK yang ada di Desa Lojikobong.















































































































Discussion about this post