KAB. CIREBON, (FC),- Adat dan kebiasaan masyarakat Desa Gebang Kulon Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, pada malam H+1 menggelar D’Panorama Carnival, Senin malam (2/5) yang diikuti 12 peserta untuk disuguhkan kepada ribuan masyarakat, suguhan tersebut sebagai wujud perdamaian antar masyarakat dan sebagai ajang silaturahmi.
Ketua prlaksana D’Panorama Carnival yang juga ketua Karang Taruna Desa Gebang Kulon Kecamatan Gebang, Dimas Hendrik Kusdiantoro mengungkapkan, pelaksanaan karnaval ini sudah menjadi sebuah tradisi tahunan ketika malam lebaran kedua digelar acara karnaval yang pesertanya dari beberapa group obrog yang ada.
Pelaksanaan karnaval tersebut juga menjadi satu hal yang selalu dirindukan masyarakat desa yang selama ini hidup dirantau dan hanya sempat pulang kampung setahun sekali.

Sehingga wajar keramaianannya menjadi sangat luar biasa dan terasa lebih istimewa lantaran dua tahun karena pandemi Covid-19.
Pelaksanaan karnaval ditiadakan, meski kegiatan yang mengundang ribuan pasang mata untuk melihat.
Namun acara masih bisa berjalan dengan tertib dan kondusif lantaran sudah kesepakatan bersama antar peserta untuk menjaga ketertiban dan kondusifitas selama acara berlangsung.
Jika tidak bisa menjaganya maka harus berani menanggung resiko group mereka akan dilarang menggelar kegiatan karnaval untuk tahun-tahun berikutnya.

Dijelaskan Dimas, thr panorama carnival yang dilaksanakan malam kedua idul fitri berlangsung sangat meriah dimana pemerintah desa bekerja sama dengan Karang Taruna setempat melakukan sayembara terhadap para peserta karnaval dimana yang terbaik menyuguhkan kreasi diberikan reward atau hadiah.
Hal itu membuat peserta yang berasal dari group-group obrog yang ada serta komunitas pemuda setempat lebih maksimal menyuguhkan penampilannya, penilaian lebih kepada kreasi, kekompakan group dan ketertiban group.
“Karena tujuan kita ingin menyuguhkan hiburan kepada masyarakat dan dijadikan sebagai ajang silaturahmi, maka ketertiban dan kondifisitas kegiatan yang sangat kita utamakan.” jelasnya.
Lanjut menurut Dimas, bentuk hadiah yang diberikan bukan merupakan tujuan tetapi sebagai penyemangat agar setiap group yang ingin tampil dalam pelaksanaan karnaval memiliki semangat.
Pihaknya merasa yakin jika hadiah yang diberikan bukan tujuan utama mereka mengikuti karnaval, karena antara hadiah dengan modal mereka sangat jauh.
Para peserta juga memiliki komitmen bagaimana dapat menyuguhkan penampilan terbaiknya dihadapan ribuan pasang mata yang melihat, sehingga mereka berani mengeluarkan modal hingga puluhan juta untuk penampilan terbaiknya.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif, dan acara karnaval di Desa Gebang Kulon ini selalu dijadikan contoh untuk desa lain di Kecamatan Gebang, sebagai kegiatan karnaval yang paling aman dan tertib,” pungkas Dimas. (Nawawi)















































































































Discussion about this post