KUNINGAN, (FC).- Hujan ekstrim yang terjadi di Kabupaten Kuningan mengakibatkan sejumlah bencana terjadi di sejumlah wilayah. Data yang dihimpun, ada 23 kejadian bencana di 12 Kecamatan dengan 23 Desa di Kabupaten Kuningan. Diantaranya 10 titik kejadian bencana banjir, 3 titik kejadian gerakan tanah, dan 10 titik kejadian tanah longsor.
Untuk kejadian banjir terjadi di Desa Datar, Desa Bunder Kecamatan Cidahu, kemudian Desa Andamui, Desa Baok dan Desa Garajati Kecamatan Ciwaru, lalu Desa Babatan Kecamatan Kadugede, Desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana, Desa Langseb Kecamatan Lebakwangi, Desa Maleber Kecamatan Maleber dan Desa Mekarsari Kecamatan Maleber.
Sedangkan untuk gerakan tanah terjadi di Desa Cilimusari Kecamatan Cilebak, Desa Pinara Kecamatan Ciniru, dan Desa Jamberama Kecamatan Selajambe. Dan untuk bencana tanah longsor terjadi di Desa Cipedes, Desa Pamupukan, Desa Gunungmanik Kecamatan Ciniru, kemudian Desa Ciwaru Kecamatan Ciwaru, Desa Cimenga Kecamatan Darma, Desa Tundagan Kecamatan Hantara, Desa Cipakem Kecamatan Maleber, Desa Bagawat, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe dan Desa Bangunjaya Kecamatan Subang.
Kejadian banjir terparah terjadi di Desa Andamui Kecamatan Ciwaru, akibat TPT Sungai Cijray roboh mengakibatkan sebanyak 196 rumah warga terdampak, dengan ketinggian mencapai 1,5 meter, berikut beberapa fasilitas umum (Fasum) lainnya.
Kemudian bencana cukup banyak yaitu banjir di Desa Maleber dikarenakan hal serupa yaitu TPT sungai jebol, setidaknya 140 rumah teregenang dengan ketinggian sekitar 40 centimeter.
Lalu untuk banjir di Desa Garajati Kecamatan Ciwaru setidaknya 60 unit rumah tergenang air setinggi 30 centimeter dan di Desa Baok juga mengakibatkan 55 rumah warga dan Fasum lainnya teregenang hingga ketinggian 1 meter.
Sementara untuk longsor yang terjadi di Selajambe dan Ciwaru yang sempat menutup akses jalan hari ini sudah terbuka kembali akses jalannya dengan gotong-royong warga, TNI – Polri, BPBD dan lainnya termasuk melakukan pembersihan material jalan.
Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, tim BPBD telah melakukan asesment, tercatat dalam semalam terjadi 23 kejadian bencana diberbagai tempat.
“Untuk banjir sendiri rata – rata terjadi karena TPT sungai jebol, sehingga air aliran sungai masuk ke pemukiman, namun itu sifatnya hanya sementara, dan untuk semua kejadian banjir sudah teratasi,” ujar Ibe panggilan akrab Indra Bayu, Senin (14/3).
Sedangkan untuk akses jalan yang tertutup material longsorpun, lanjut Ibe, telah dikerahkan kendaraan berat untuk menguruk material, sekaligus dilakukan penyemprotan jalan untuk pembersihan material longosor sehingga jalan sudah bisa dilalui. (Ali)


















































































































Discussion about this post