KUNINGAN, (FC).- Perubahan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan memicu dampak serius terhadap ekosistem perairan di kawasan wisata Kolam Cigugur.
Turunnya suhu air secara drastis membuat puluhan Ikan Dewa atau Ikan Kancra Bodas, yang dikenal sebagai ikan keramat dan ikon daerah, mati secara mendadak dalam beberapa hari terakhir.
Petugas pengelola Kolam Cigugur, Dwiki, mengungkapkan, kematian ikan mulai terpantau sejak Rabu (28/1/2026) dan hingga Jumat (30/1/2026) tercatat sekitar 20 hingga 22 ekor ikan ditemukan mati.
“Kurang lebih ada 20 sampai 22 ekor. Sampai hari ini kami masih terus memantau, apakah ada penambahan atau tidak,” kata Dwiki saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).
Ia memastikan, peristiwa tersebut murni disebabkan oleh faktor alam, terutama penurunan suhu air akibat cuaca ekstrem, bukan karena penyakit maupun pencemaran.
Pemeriksaan bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kuningan pun telah dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan kolam.
“Sudah dicek langsung oleh Dinas Perikanan, Pak Kadis dan penyuluh juga datang. Hasilnya air aman, tidak ada masalah. Ini karena cuaca, beberapa hari ini tidak ada panas, suhu air turun, ikan jadi stres,” jelasnya.
Meski puluhan ekor mati, Dwiki menegaskan populasi Ikan Dewa di Kolam Cigugur masih aman.
Ikan yang mati didominasi ukuran sedang, sementara ikan indukan berukuran besar yang menjadi daya tarik utama wisata masih dalam kondisi sehat.
“Yang besar alhamdulillah aman, tidak ada yang mati. Yang terdampak itu ukuran sedang,” tambahnya.
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan wisata, pengelola segera mengevakuasi bangkai ikan dan melakukan penguburan di sekitar area kolam sesuai prosedur.
Kematian puluhan ikan keramat ini menjadi peringatan serius akan dampak nyata cuaca ekstrem terhadap kelestarian ekosistem air, sekaligus menegaskan pentingnya upaya mitigasi dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan di kawasan wisata berbasis alam dan budaya. (Angga)











































































































Discussion about this post