KOTA CIREBON, (FC).- Tidak hanya di kota besar di Indonesia, Kota Cirebon sendiri mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 mengganas. Untuk itu, Walikota Cirebon Nashrudin Azis menginstruksikan tidak ada penutupan pelayanan kesehatan.
Hal ini diungkapkan Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi, dikatakannya, ada ratusan nakes yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 bertumbangan. Sesuai arahan, pihaknya tidak akan menutup layanan kesehatan, sebaliknya akan menambah pelayanan.
“Ini instruksi dari Pak Wali, jangan sampai ada penutupan pelayanan, walau apapun kondisinya. Yang dilakukan adalah penambahan kapasitas,” jelasnya kepada FC, Senin (28/6).
Baca Juga: Anggaran Tahun 2021 Bakal Kena Recofusing Lagi
Sekda menyadari, penambahan kapasitas tentunya akan menambah anggaran dari SDM maupun sarananya. Untuk itu, pihaknya telah merencanakan recofusing anggaran yang akan menjadi refocusing kali ke 3 di tahun ini.
Terkait tingginya Bed Occupancy Ratio (BOR) di semua rumah sakit di Kota Cirebon, pihaknya akan mempertimbangkan Hotel Ono’s sebagai rumah sakit darurat. Hal ini guna mengurangi beban rumah sakit akibat lonjakan pasien Covid-19.
Pihaknya juga tengah membahas, terkait wacana RSD Gunung Jati menjadi rumah sakit khusus penanganan Covid-19.
Karena secara keseluruhan, saat ini lebih dari 50 persen tempat tidur di RSD Gunung Jati telah terisi pasien Covid-19. Yang menjadi kendala, nakes yang ada banyak yang sakit ikut terpapar Covid-19 mengganas.
Sekda menyebutkan, sepanjang 2020 sebanyak 163 nakes di RSD Gunung Jati positif. Jumlah yang sama, sampai Juni ini jumlah nakes yang positif Covid-19 sebanyak163 orang.
“Kita tentu tidak berdiam diri, kita sudah merekrut sedikitnya 50 nakes tambahan. Mereka ditarget sudah mulai bertugas paling cepat pertengahan pekan ini, seusai menjalani pemeriksaan PCR dan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya. (Agus)


















































































































Discussion about this post