Menurut Farid, disinfektan yang diberikan berupa cairan sodium hypochlorite (NaOCl) yang masih berbentuk bahan baku, sehingga perlu dicampur dengan air sebanyak 3 kali lipat volume asal.
“Jika 8.000 liter, nanti bisa dijadikan sekitar 30ribu liter desinfektan,” ujar Farid.
Farid memastikan desinfektan yang diberikan untuk Pemkab Cirebon sangat efektif untuk membasmi virus dan bakteri. Walaupun begitu, ia mengingatkan disinfektan ini tidak boleh digunakan untuk manusia dan benda hidup lainnya.
“Hanya direkomendasikan untuk benda mati saja,” katanya.
Sebelumnya, pada awal April Cirebon Power juga telah membantu disinfektan untuk wilayah Kota Cirebon. Farid menargetkan, pihaknya dapat mendistribusikan sebanyak 10 ribu liter desinfektan setiap harinya untuk Kota dan Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Manager Community Development Cirebon Power, Hafid Saptandito menuturkan, perusahaannya juga sudah memberikan bantuan berupa disinfektan, alat semprot dan APD untuk tiga kecamatan yang berdekatan dengan pembangkit, yaitu Kecamatan Astanajapura, Mundu dan Pangenan.
“Kami ingin berpartisipasi membantu pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. Kami akan terus berupaya memberi dukungan, dan mengkaji apa yang dibutuhkan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post