Namun demikian, webinar juga diminati kalangan dosen maupun profesi lain. Tercatat 106 dosen dari 75 perguruan tinggi Indonesia, baik universitas, institut, maupun sekolah tinggi. Webinar juga tidak melulu diikuti alumni UPI. Tercatat hanya 410 alumni UPI atau atau 45 persen. Yang menarik, webinar juga diikuti dari kalangan pesantren hingga buruh.
Selain Retno, webinar menghadirkan narasumber Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Syaiful Huda, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Dasar Rachmad Widdiharto, dan Ketua Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ace Suryadi.
Webinar dipandu Fitri Khoerunnisa, Ketua Program Studi Kimia UPI yang pada 2018 lalu didapuk sebagai Academic Leader oleh Kementerian Riset, Teknlogi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti).
“Saya ingin kembali menegaskan bahwa Indonesia ini bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa. Indonesia terbentang mulai Sabang sampai Merauke. Artinya, ketika kita berbicara pembelajaran daring atau PJJ, maka hal hal yang harus diperhitungkan dengan matang adalah kondisi seluruh wilayah di tanah air. Pendidikan harus bisa diakses anak-anak kita di seluruh daerah di Indonesia. Salah satunya dengan membuka akses internet gratis untuk pendidikan,” tegas Enggar.
Menurutnya, akses internet gratis sangat mungkin dilakukan atas pertimbangan dua hal. Pertama, satelit milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih memiliki slot yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan layanan pendidikan.
Kedua, pemerintah bisa melakukan realokasi anggaran tanpa harus mengubah struktur anggaran yang sudah ada. Sangat mungkin untuk dilakukan realokasi.















































































































Discussion about this post