KAB.CIREBON, (FC).- Tradisi selamatan giling kembali digelar Pabrik Gula (PG) Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, menjelang dimulainya musim tebang dan giling tebu 2026, Senin (25/5).
Tradisi tahunan tersebut terus dipertahankan sebagai warisan budaya petani tebu yang telah berlangsung turun-temurun.
Ketua DPC APTRI PG Tersana Baru, H. Mulyadi mengatakan, rangkaian selamatan menjadi bagian penting sebelum proses tebang dan giling dimulai. Tradisi itu diawali selamatan kebon, dilanjutkan selamatan giling, hingga syukuran setelah masa panen selesai.
“Tradisi ini sudah diwariskan sejak dulu dan tetap kami jaga sampai sekarang. Insyaallah akan terus dilaksanakan oleh generasi berikutnya,” katanya.
Menurutnya, prosesi selamatan memiliki filosofi mendalam bagi para petani tebu. Dalam tradisi tersebut terdapat simbol tebu indung, tebu penganten, dan tebu pengiring yang melambangkan keberlanjutan kehidupan serta harapan hasil panen yang melimpah.
Ia menjelaskan, satu batang tebu mampu melahirkan banyak tunas baru sehingga menjadi simbol kesejahteraan dan keberlangsungan usaha petani tebu.
Di sisi lain, petani tebu di wilayah PG Tersana Baru diperkirakan menghadapi penurunan produksi pada musim giling tahun ini. Produksi tebu diprediksi turun sekitar 10 hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu lahan seluas sekitar 2.700 hektare mampu menghasilkan lebih dari 2 juta kuintal tebu, tahun ini produksi diperkirakan hanya mencapai sekitar 1,7 juta kuintal.
Mulyadi menyebutkan, penurunan produksi dipicu sejumlah faktor, mulai dari keterlambatan budidaya akibat sulitnya akses pembiayaan perbankan, tingginya harga pupuk dan biaya produksi, hingga pengaruh cuaca dan serangan hama.
“Modal petani semakin berat, biaya produksi naik, ditambah faktor cuaca dan hama yang mempengaruhi hasil panen,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pihak APTRI tetap optimistis musim giling tahun ini dapat berjalan baik dengan menjaga kualitas rendemen dan memperkuat kerja sama dengan pabrik gula.
Wilayah kerja PG Tersana Baru sendiri mencakup Kabupaten Cirebon seluas sekitar 1.900 hektare, Brebes 600 hektare, dan Kuningan sekitar 150 hektare, dengan total areal mencapai 2.700 hektare.
Sementara itu, Direktur Utama PG Rajawali II, Ardian Wijanarko menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan para petani tebu yang bermitra dengan PG Tersana Baru.
Menurutnya, pihak pabrik akan berupaya mengoptimalkan proses penggilingan agar menghasilkan rendemen tinggi dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.
“PG akan menggiling tebu secara optimal sehingga menghasilkan rendemen dan bagi hasil yang baik. Harapannya petani semakin sejahtera dan pabrik juga memperoleh keuntungan,” katanya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post