“Agar menjadi desa Mandiri karena itu salah satu amanat UU Desa No 6 tahun 2014,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Bumi Perkemahan Sumur Pandan Suhendi, menjelaskan dirinya bersama rekannya pemuda Desa setempat bekerja keras untuk mewujudkan bumi perkemahan tersebut. Pihaknya menggarap lahan tidur yang dipenuhi oleh alang-alang semenjak sebelum bulan Ramadhan lalu.
“Dengan menata lahan tidur dari kondisi semak belukar menjadi lahan yang produktif, saat ini sudah banyak masarakat yang berjualan, banyak masyarakat, santri, siswa yg maen bola voly dan sepak bola, suasana saat ini menjadi hidup. Saya dan masyarakat blok Kasab merasa bangga bisa memiliki lahan yang bagus unutk destinasi wisata alam,” terangnya.
Suhendi menambahkan, bagi para pengunjung yang ingin berwisata dan berswafoto, untuk saat ini Buper Sumur Pandan masih dalam tahap promosi sehingga pihaknya masih belum menentukan tarif retribusi yang ditarik dari setiap pengunjung.
“Untuk saat ini masih gratis, kita masih belum tarik biaya. Karena kita sadar, fasilitas yang tersedia saat ini masih belum lengkap, sekaligus kita masih terus berbenah untuk melengkapi fasilitas yang harus tersedia, seperti WC Umum atau tempat lainya,” jelasnya.
Suhendi juga terus mendorong kepada Pemerintah Desa Babakan agar bisa turut serta dalam mewujudkan PAUD dan Buper yang lebih layak lagi, sehingga bisa menjadi Destinasi wisata primadona di Kabupaten Cirebon. (Muslimin)
















































































































Discussion about this post