MAJALENGKA, (FC).- Bekerjasama dengan Bank Indonesia dan BJB, Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka, melaunching aplikasi Sistem Kir 1 Lajur Antrian Terintegrasi (SIK1LAT) digital dan angkot sehat Raharja dengan sistem pembayaran lewat sistem QRIS, Senin (26/4).
Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, peluncuran sistem aplikasi SIK1LAT tersebut merupakan salah satu bentuk jawaban dari tuntutan di era digitalisasi, di mana harus terus menerus melakukan inovasi di berbagai aspek.
“Untuk itu, kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh jajaran Dishub Majalengka atas gagasan inovasi lewat sistem aplikasi SIK1LAT ini,” kata Karna Sobahi.
Menurut Karna, tujuan sistem tersebut dibuat untuk memberikan pelayanan KIR yang lebih efektif dan efisien, dimana akan lebih memudahkan pelayanan bagi masyarakat, terutama di masa pandemi ini, akan mengurangi kontak dari tangan ke uang ataupun barang ke orang.
“Selain itu dengan sistem ini akan dapat menghilangkan pungutan liar (Pungli) jika sistem ini dijalankan dengan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknik Keselamatan dan Angkutan pada Dinas Perhubungan, Aditya Dwi Prasetyo menjelaskan, maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan launching SIK1LAT tersebut guna mewujudkan Majalengka Raharja.
“Kita juga meluncurkan Angkot Siap, Ekonomis, Higienis, Aman dan Tertib atau Angkota Sehat Raharja,” ucapnya.
Hal itu, kata dia, merupakan salah satu wahana sosialisasi kepada masyarakat mengenai kemudahan dan keunggulan dari menggunakan aplikasi SIK1LAT mobile pada layanan pengujian kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Majalengka.
“Ini juga sekaligus sebagai kampanye transaksi non tunai menggunakan QRIS bagi masyarakat Majalengka,” jelasnya.
Untuk Aplikasi SIK1LAT tersebut, dimana pembayarannya dapat dilakukan melalui e-channel (teller, ATM, ibanking BJB Digi) dan QRIS merchant BJB.
“Sedangkan untuk Angkot SEHAT Raharja, pembayarannya pun dilakukan lewat sistem QRIS, jadi nantinya penumpang bayar angkot hanya tinggal scan kode QR yang ada didalam angkot tersebut dan tidak membayar pakai uang tunai,” bebernya. (Munadi)
















































































































Discussion about this post