KAB. CIREBON, (FC).- Musim penghujan, membuat ruas jalan di Kabupaten Cirebon banyak yang mengalami kerusakan. Apalagi di era digital saat ini masyarakat sangat mudah sekali meng-upload di media sosial.
Salah satunya adalah kerusakan jalan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon.
Mendengar keluhan masyarakat di media sosial terkait jalan yang rusak. Bupati Cirebon, H Imron langsung mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon, Senin (8/2).
Bupati Cirebon, H Imron mengatakan, kondisi jalan rusak di Kabupaten Cirebon semakin dikeluhkan masyarakat, terutama di Jalan Raya Pabuaran-Ciledug yang dikenal sebagai gejlugan sewu.
Baca juga: Tak Miliki Drainse, Jalan Pabuaran-Ciledug Cepat Rusak
“Kami menjawab keluhan masyarakat yang di medsos. Insyaallah ditahun ini diperbaiki,” kata Imron saat ditemui di Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.
Imron berharap, pada ini pandemi Covid-19 semakin mereda dan tidak ada lagi instruksi untuk melakukan refocusing anggaran untuk penangan wabah tersebut.
Karena, aku Imron, tidak direfocusing saja, dari jumlah 1.400 kilometer jalan yang ada di Kabupaten Cirebon, perbaikan jalan pun hanya bisa dilakukan di 60 kilometer saja, termasuk Jalan Pabuaran-Ciledug.
“Anggaran terbatas, semoga Covid-19 semakin mereda. Selama belum ada intruksi dari pusat, tidak mungkin ada refocusing,” katanya.
Selain itu, sebanyak 400 sungai yang ada di Kabupaten Cirebon pun perlu dilakukan normalisasi. Sebagian besar diantaranya telah mengalami pendangkalan dan perbaikan wilayah sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).
Bahkan Imron menegaskan, semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pun sudah diminta melakukan penghematan anggaran dan mempergunakan untuk kegiatan prioritas tinggi.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Iwan Rizki mengatakan, selain jalan, pada tahun 2021 ini pun akan membangun 11 jembatan.
Salah satunya penghubung Cirebon-Kuningan di Kecamatan Sedong yang belum lama ini ambruk. Anggaran yang disiapkan untuk perbaikan dan pembangunan, lanjut Iwan, sebanyak Rp 205 miliar.
“Jumlah anggaran tersebut, bukan cuma untuk perbaikan hal itu. Namun, itu untuk keseluruhan,” katanya.
Sebelumnya, Jembatan Cicurug di Desa Karangwuni, Kecamatan Sedong, saat ini tidak bisa dilintasi lantaran ambruk pada Minggu (31/1) malam.
Karena jembatan tersebut ambruk di bagian kontruksi, lantaran tembok penahan tanah penyangga jembatan tersebut terkikis oleh derasnya aliran Sungai Kalimati.
“Tapi, saat ini pekerja dari Dinas PUPR, masih membangun jembatan darurat yang nantinya hanya bisa dilintasi maksimal oleh kendaraan roda dua,” tandas Iwan. (Ghofar)


















































































































Discussion about this post