Menanggapi hal tersebut, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Asep Taufik Rohman didampingi Kepala Bidang Anggaran, Otang Setiawan dan Kalak BPBD, Agus Mauludin, menerangkan, bahwa perubahan anggaran di Kabupaten Kuningan hingga saat ini sudah terjadi untuk keempat kalinya dan akan memasuki perubahan anggaran yang kelima (parasial 5).
“Total anggaran yang disiapkan untuk bencana non alam (covid -19) yaitu Rp72.370.881.146 dan telah terealisasi sebesar Rp34.564.732.200 dan sisa anggaran sebesar Rp37.806.148.946,” jelas Opik panggilan akrab Kepala BPKAD Kuningan.
Opik merinci anggaran tersebut, ada 12 item yaitu pengadaan alat dan obat untuk penanganan Covid-19 terealiasi sebesar Rp2.000.000, lalu pembuatan ruang isolasi dan ruang perawatan khusus Covid-19 telah terealiasi sebesar Rp1.000.000. Kemudian dukungan sarana dan prasarana untuk penanganan Covid-19 terealiasi sebesar Rp3.000.000.
Selain itu, untuk pencegahan dan pengendalian suspect Covid-19 dengan pagu anggaran 4 Miliar dan baru terealisasi 1 Miliar. Kemudian untuk pengadaan Rumah Sakit Darurat Covid-19 terealiasi sebesar 7,5 miliar, renovasi rumah sakit darurat Covid-19 terealiasi sebesar 2,25 miliar.
Sedangkan untuk penyedian stok sembako antisipasi dampak Covid-19 terealiasi sebesar 500 juta, dan penyediaan stok pangan antisipasi dampak Covid -19 terealiasi sebesar 500 juta dari pagu anggaran 2,5 miliar.












































































































Discussion about this post