KOTA CIREBON, (FC).- Ketika sedang jalan kaki trotoar, biasanya terlihat ada benda yang menghalangi trotoar tersebut, ada yang berbentuk tiang, bola, lampu, dan sebagainya. Lalu fungsi benda tersebut untuk apa ya?
Benda tersebut bernama Bollard. Bollard sendiri memiliki arti tiang yang kokoh, pendek, dan vertikal. Awalnya istilah bollard ini digunakan pada pos di kapal atau dermaga yang berfungsi untuk menambatkan kapal. Namun semakin kesini, bollard dijadikan salah satu benda yang terdapat di trotoar.
Umumnya Bollard ini berbentuk tiang pendek atau patok, bahannya berupa logam seperti pipa besi dan kayu. Namun keduanya memiliki kelemahan, besi mudah karat dan bisa menjadi incaran pencuri. Sedangkan kayu juga rentan keropos.
Sub Koordinator Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga pada Dinas PUTR Kota Cirebon Eko Budiyanto SE MM mengatakan, pihaknya memiliki inovasi untuk mengganti bahan dari Bollard tersebut.
Dikatakannya, bahan Bollard sebaiknya diganti dengan bahan dari batu andesit. Nilai lebihnya antara lain, lebih kuat dan tahan lama dari pada besi dan kayu. Dari segi artistik atau keindahan, batu andesit akan lebih menyatu dengan trotoar.
“Batu andesit ini anti karat dan tidak kenal keropos. Jadi sangat bagus untuk bahan Bollard yang dipasang di trotoar,” jelasnya kepada FC, Selasa (11/10).
Disamping itu, lanjut Eko, kandungan lokal dari Bollard ini lebih dari 95 persen. Artinya, bahannya berasal dari lokal dan pengerjaannya dilakukan oleh masyarakat setempat.
Bollard yang satu ini pasti sering kita lihat di trotoar. Bentuknya berupa patok atau tiang yang pendeknya hanya sepinggang. Biasanya terdapat pada bagian luar badan jalan sebagai pembatas antara jalan dengan trotoar.
Stand bollard dipasangkan secara berderet dan saling berdekatan. Hal tersebut bertujuan untuk memperkecil akses masuk trotoar. Jadi, pengendara sepeda motor, pesepeda, penjual gerobak, tukang becak, dan lainnya tidak dapat masuk atau melintas di trotoar.
“Saya pribadi telah memiliki hak paten atas beberapa jenis barang. Diantaranya, tutup manhole dari batu andesit, tutup inlet dari batu andesit dan yang ini Bollard juga dari bahan batu andesit,” ungkapnya.
Bollard bahan andesit ini bisa saja akan dimasukan dalam daftar barang atau standar belanja barang di Kota Cirebon. Karena kualitas dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 95 persen. “Artinya ini produk ini memiliki hampir semuanya komponen lokal,” tandasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post