MADIUN, (FC).- Pemerintah Kabupaten dan Kota Cirebon menjajaki skema pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur dengan melakukan studi tiru ke Kabupaten Madiun, Kamis (12/2).
Kunjungan tersebut dilakukan Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman bersama Wali Kota Cirebon Effendi Edo, guna mempelajari strategi pembiayaan pembangunan yang dinilai berhasil tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rombongan disambut langsung oleh Bupati Madiun beserta jajaran di Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun. Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk bertukar gagasan terkait inovasi pembiayaan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Fokus utama studi tiru ini adalah menggali model pembiayaan non-konvensional, seperti kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), optimalisasi pemanfaatan aset daerah, serta pola kolaborasi dengan sektor swasta yang tetap berorientasi pada kepentingan publik.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengatakan, tantangan pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya terletak pada perencanaan, tetapi juga pada kemampuan daerah dalam mencari sumber pendanaan yang kreatif dan berkelanjutan.
“Pembangunan harus terus berjalan, namun tidak boleh membebani kemampuan fiskal daerah. Karena itu, skema pembiayaan alternatif menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujar Agus yang akrab disapa Jigus.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menilai sinergi antardaerah menjadi langkah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan adopsi praktik terbaik dalam pembangunan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan, sanitasi, fasilitas publik, hingga pengembangan kawasan ekonomi membutuhkan terobosan pembiayaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBD maupun dana transfer dari pemerintah pusat.
Studi tiru ke Kabupaten Madiun ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi Kabupaten dan Kota Cirebon dalam mengadopsi pola pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan formulasi yang tepat, percepatan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.
Langkah kolaboratif ini juga mencerminkan semakin terbukanya pemerintah daerah terhadap inovasi pembiayaan pembangunan. Tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun dengan perencanaan matang dan berorientasi jangka panjang.
Dengan strategi yang tepat, Kabupaten dan Kota Cirebon diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur secara signifikan tanpa harus terbebani tekanan anggaran di masa mendatang. (Ghofar)











































































































Discussion about this post