KAB. CIREBON, (FC),- Taekwondo unit Dojang pemuda Kota Cirebon Pemuda milik Suwiriyadi tetap gencarkan latihan hingga Hari Minggu (27/9) dengan tetap mewajibkan penggunaan masker atau faceshield guna menghindari adanya droplet atau penularan covid 19.
Pelatih utama sabeum Kevin mengaku, jika sejumlah protokol kesehatan telah diberlakukan mulai dari wajib cuci tangan, cek suhu tubuh setiap hendak memasuki tempat latihan yang bertempat di Gedung Pemuda dan juga penempatam handsanitizer disetiap sudut ruang, hal ini sudah berlangsung sejak diberlakukannya Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) atau New Normal.
Suwiriyadi menyampaikan, pada awal merangkaknya kasus pandemi dan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), latihan di Dojang Pemuda ini diliburkan selama 3 bulan untuk mentaati peraturan dari gubernur untuk memutus mata rantai covid 19 yang sedang tinggi-tingginya.
“Kita mewajibkan para peserta memakai masker atau faceshield juga bisa dilihat ada garis pembatas menggunakan lakban agar adanya patokan rentang jarak tiap peserta, juga kita lakukan semprot disinfektan secara menyeluruh di ruangan latihan setiap 1 jam sebelum memulai kegiatan,” ungkap Suwiriyadi.
Sabeum Kevin sapaan akrab Suwiriyadi, menyampaikan, kalau jumlah dari keseluruhan anggota yang berlatih ada 150 orang. Namun, dikarenakan pandemi sebagian orang tua mereka diberi keringanan oleh pelatih agar anak mereka dirumahkan atau tidak latihan hingga Januari mendatang.
Baca Juga: Gelar Aksi Pencak Silat, Kodim Rekatkan Hubungan dengan IPSI dan PPSI
“Karena pandemi, peserta yang latihan untuk hari ini kurang lebih ada sekitar 70 orang, juga waktu latihan terutama pemanasan biasanya 10-15 menit sekarang dikurangi,” kata Kevin.
Terkait hal ini, Kevin menjelaskan waktu untuk latihan yang digunakan secara keseluruhan masih tetap sama dengan sebelum pandemi hanya memperketat kebersihan dan protokol kesehatan.
“Waktu masih sama dengan sebelum ada pandemi hanya untuk yang latihan persiapan kejuaraan kyorugi atau tarung itu yang harusnya dalam 1 minggu 6 kali, sekarang 1 minggu hanya 3 kali pertemuan itupun dengan waktu yang singkat hanya 2 jam perhari,” Ungkapnya.
Selain itu, ia pun melarang keras bagi anggota yang sedang sakit untuk hadir dan turut latihan bersama meski hanya batuk atau flu ringan, dikarenakan menurutnya, kondisi pandemi saat sudah sangat cukup mengkhawatirkan.
“Sebenarnya, latian ini merupakan dorongan dari orang tua karena, kalau misalnya tidak ada kegiatan maka anak akan terbiasa diam, tapi kita juga menyampaikan kalau mau latihan perlu mengikuti aturan,”ungkap Kevin kepada FC.
Juga, lanjut Kevin, Pada jam istirahat pun tetap dilakukan pengawasan oleh para asisten pelatih yang mewanti-wanti untuk jaga jarak.
Orang tua atlit sendiri sangat antusias dengan dibukanya kembali aktifitas olahraga Taekwondo ini, karena mereka merasa selama pandemi kegiatan anak hanya belajar online dan main handphone.
“Saya senang sekali anak saya perempuan kelas 4 sd setiap hari selalu mengajak untuk lari dan olahraga lainnya, dan juga mengeluh karena tidak ada aktifitas diluar belajar online dan selalu tanya kapan latihan taekwondo dimulai,” kata Ratu Ika salah satu orang tua atlit.
Sedangkan, orang tua atlit lainnya mengungkapkan kalau sistem protokol kesehatan dan pengajaran di dojang ini sangat baik. Sehingga, banyak diantara kita dari orang tua justru mendukung adanya kegiatan latihan ini.
“Saya dukung anak saya untuk latihan disini, karena protokol kesehatan di dojang ini sangat baik sekali juga cara mengajar sabeum pelatihnya sangat tepat kepada tiap-tiap anaknya,” Pungkasnya.
Adapun kebijakan yang dibuat untuk para anggota yang tidak latihan adalah dibebaskan dari iuran namun, tidak diperbolehkan untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup di bulan Desember nanti. (Sarrah)















































































































Discussion about this post