MAJALENGKA, (FC).- Ancaman musibah kebakaran meningkat seiring musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini. Namun peralatan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Majalengka minim. Bahkan beberapa mobil damkar yang ada kondisinya rusak.
Dari empat unit mobil damkar yang dimiliki Pemkab Majalengka, tiga unit rusak berat dan satu unit tangkinya bocor. Sehingga dikhawatirkan tak dapat maksimal membantu pemadaman saat musibah kebakaran terjadi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Majalengka Iskandar Hadi Priyanto mengatakan, instansinya saat ini hanya memiliki 4 unit mobil pemadam kebakaran. Namun, semuanya tidak berfungsi secara maksimal.
“Jumlah armada mah ada empat unit, tapi yang jalan cuma 1 unit. Itu pun tangkinya bocor. Sedangkan yang 3 (unit) rusak parah,” kata Iskandar kepada wartawan, Senin (31/8).
Terkait minimnya armada, Iskandar mengemukakan, Pemkab Majalengka sempat menganggarkan pengadaan satu unit mobil damkar. Namun, anggaran itu terkena refocusing penanganan pandemi COVID 19.
Akibatnya, pembelian mobil damkar itu batal direalisasikan. “Sebetulnya tahun ini sudah dianggarkan untuk pengadaan 1 unit mobi damkar. Karena COVID-19, anggaran kena refocusing. Mudah-mudahan tahun depan dianggarkan kembali,” ujar dia.
Di sisi lain, Bupati Karna Sobahi mengatakan, pemerintah sudah menganggarkan untuk penambahan mobil damkar agar kinerja instansi terkait bisa lebih maksimal lagi.
“Kendaraan operasional Damkar akan kita tambah. Karena jangkauan area selatan Majalengka belum sepenuhnya terbantu ketika ada kasus kebakaran dan sebagainya,” tutur Iskandar. (Munadi)















































































































Discussion about this post