INDRAMAYU, (FC). Kepolisian Resort (Polres) Indramayu berhasil membawa pulang empat remaja yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau Trafficing di Papua.
Keempatnya tiba di Mapolres Indramayu dengan kondisi selamat , Minggu ( 15/8)
Keempat Remaja yang masih dibawah 16 tahun ini berasal dari, dua Kabupaten Indramayu, satu berasal dari Kabupaten Cirebon dan satu berasal dari Kabupaten Majalengka.
Mereka dikirim ke Paniai, Papua untuk dipekerjakan sebagai pemandu lagu (PL) di sebuah tempat karoke.
Kedatangan empat remaja ini disambut tangis haru pihak keluarga yang sudah menunggu kedatangan mereka di Mapolres Indramayu,.
Pihak keluargapun langsung memeluk para korban saat turun dari mobil polisi yang melakukan penjemputan terhadap para korban.
Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, keberhasilan pemulangan keempat korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini berkat kerjasama dengan Polda Papua.
“Alhamdulillah atas sinergitas yang baik dengan Polres Paniai, hari ini keempat korban TPPO ini telah tiba di Mapolres Indramayu dengan selamat,” ungkapnya.
Lutfhi mengatakan, keempat korban ini masih dibawah umur, mereka dipekerjakan sebagai PL di salah satu tempat hiburan di wilayah hukum Polres Paniai, Papua.
“Dari Hasil keterangan sementara, mereka ini dipekerjakan sebagai PL sudah dua sampai tiga bulan lamanya,” ungkapnya.
Lutfhi menambahkan, Berdasarkan informasi sementara dari korban, mereka di bujuk untuk memperoleh pekerjaan dengan diiming-imingi gaji Rp15 juta perbulan.
Pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Karena mendalami kasus itu dan melakukan pemeriksaan untuk mencari jaringan yang ada di Kabupaten Indramayu.
‘’Kami masih melakukan pendalaman dan akan melakukan penangkapan sesegera mungkin,’’ tegas Lutfhi.
Sementara itu, salah satu orang tua korban asal Kabupaten Indramayu M (33), menyampaikan rasa terimakasihnya kepada polisi dan semua pihak yang membantu kepulangan anaknya.
Dia mengaku sangat senang anaknya kini bisa kembali kepelukannya dengan selamat.
‘’Tapi saya akan lebih senang jika orang yang menyalurkan anak saya ke Papua itu berhasil ditangkap. Saya gak terima,’’ ungkapnya. (Agus)


















































































































Discussion about this post