KAB. CIREBON, (FC).- Empat orang yang mengaku petugas kesehatan berhasil mengondol perhiasan (emas) seberat 37 gram milik seorang lansia warga Desa Playangan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Murni pada Selasa siang (8/10),.
Satu pria dan tiga wanita ini memperdaya Murni untuk melepaskan seluruh perhiasan yang dikenakannya.
Saat korban lengah, pelaku kabur dengan alasan akan melakukan kunjungan pemeriksaan kepada lansia di tempat lain.
“Setelah melakukan cek kesehatan kemudian saya diterapi menggunakan mesin pijat yang dibawa oleh pelaku, saat melakukan terapi pijat tersebut pelaku meminta agar gelang emas dan cincin emas yang saya pakai untuk dilepas dengan alasan takut kena setrum,” kata Murni saat ditemui di rumahnya kepada FC, Rabu (9/10).
Peristiwa itu bermula saat Murni tengah mengendong cucunya di teras rumah, tiba-tiba datang empat orang dengan menawarkan pengecekan kesehatan dan terapi.
“Mengakunya petugas kesehatan yang diperintahkan untuk keliling wilayah di Kabupaten Cirebon untuk mendatangi rumah yang ada lansia dan kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan serta dilanjutkan dengan terapi,” beber Murni.
Para pelaku, kata Murni, melakukan pengecekan tekanan darah, kadar gula kolesterol dan lainnya dengan menggunakan alat kesehatan yang mereka bawa.
Setelah pemeriksaan kesehatan dilakukan, salah satu pelaku pergi ke ruang dapur untuk memasak air yang katanya untuk terapi kesehatan.
“Pelaku minta air hangat dan salah satu pelaku ke dapur untuk memasak air. Saya bersama suami juga terapi dengan merendam kedua kaki yang berisi air hangat yang telah dicampur dengan garam,” katanya.
Saat perendaman kaki, para pelaku meminta pasangan suami istri (Pasutri) ini untuk tidak bergerak selama 15 menit.
Ketika sedang merendam kaki, salah satu pelaku berpura-pura mengangkat telepon bahwa ada pasien lansia lain yang akan dilakukan terapi serupa sehingga saat mereka sedang melakukan merendam kaki para pelaku berpamitan untuk mendatangi pasien lansia di lokasi lain.
“Saat itu saya baru sadar sama gelang dan cincin yang saya lepas, kemudian saya meminta kepada suami untuk melihat keberadaan gelang dan cincin yang disimpan tadi. Ternyata emas tidak ada semua dibawa kabur,” jelasnua
“ Saya dan suami langsung ke luar minta tolong warga, tetapi para pelaku sudah kabur semua,” tambahnya.
Sementara, Kapolsek Gebang AKP Wawan Hermawan, membenarkan kejadian tersebut pelaku merupakan komplotan yang mengaku sebagai petugas kesehatan yang menawarkan pengecekan kesehatan, serta terapi gratis kepada masyarakat.
“Yang didatangi terutama kepada kelompok lansia, dalam aksinya mereka memperdaya korban agar melepas perhiasan yang korban gunakan namun di saat lengah para pelaku kemudian melakukan aksi kejahatannya dengan menggasak perhiasan yang mereka telah lepas,” kata Kapolsek.
Dikatakannya, pelaku berjumlah empat orang, 1 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Pelaku laki-laki bertugas untuk melakukan terapi kepada pasien lansia laki-laki.
Sementara pelaku perempuan bertugas melakukan terapi pada lansia perempuan, dan yang lainnya melakukan pengecekan kesehatan dengan menggunakan peralatan yang mereka bawa.
Pelaku melakukan aksinya pada Selasa siang (8/10), dan datang sekitar pukul 11.00 WIB ke rumah korban.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa gelang emas 25 gram dan cincin 12 gram, diperkirakan korban mengalami kerugian sebesar Rp 25 juta,” jelasnya.
Korban yang merasa perhiasannya hilang dibawa para pelaku yang mengaku petugas kesehatan tersebut akhirnya melaporkan ke Polsek Gebang.
Tindakan empat pelaku tersebu, kata Kapolsek, t terekam CCTV yang berada di rumah korban.
“Anggota kami langsung melakukan penyidikan dan penyelidikan serta meminta keterangan dari korban dan juga beberapa saksi. Dengan modal rekaman CCTV ini wajah pelaku bisa dikenali dan bisa segera ditangkap,” tegasnya.
Mengetahui hal itu, Sekdis Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. H. Edi langsung konfirmasi kepada Puskesmas terdekat yakni Puskesmas Gebang.
Dari hasil penelusuran petugas Puskesmas Gebang tidak ada pegawai Puskesmas yang melakukan pengecekan kesehatan ke korban pencurian di Desa Pelayangan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon tersebut.
Ia pun memastikan, tidak ada petugas kesehatan dari Kabupaten Cirebon yang melakukan tindakan seperti yang viral di medsos.
“Orang-orang yang seperti itu biasa memakai nama organisasi apa saja untuk bahan mereka melakukan penipuan. Atas kejadian ini kita akan melakukan koordinasi dengan pimpinan,” terangnya.
Edi meminta masyarakat untuk lebih waspada apabila ada orang yang datang dan mengaku petugas kesehatan untuk melakukan pengecekan kesehatan.
“Petugas kami yang turun kelapangan pasti akan dikawal oleh bidan desa, kedua pasti dikawal oleh kader desa setempat dan yang ketiga pasti kuwu desa setempat mengetahui kegiatan tersebut jadi patokannya itu tadi,” tandasnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post