JAKARTA, (FC).- Pasar gim global menunjukan pertumbuhan yang signifikan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebuitkan, pasar gim global diprediksi mencapai 500 miliar Dolar AS pada tahun 2030.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan 69,7 persen dibandingkan pasar gim pada 2024.
“Jadi ini jumlahnya sangat luar biasa, meningkat hampir 70 persen dibandingkan tahun 2024,” ungkap Sandiaga Uno saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.
Sementara itu, pasar gim nasional saat ini masih dikuasi gim asing. Menparekraf menyebutkan, gim asing mendominasi pasar gim nasional hingga 99,5 persen.
Untuk itu, melalui Perpres No 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional, diharapkan bisa mendongkrak pasar gim nasional yang saat ini baru menguasai 0,5 persen.
“Tujuan utama dari Perpres 19/2024 ini adalah mendorong penguatan posisi gim lokal, sehingga kita bisa mencapai target 70 persen pasar dalam negeri kita,” kata Menparekraf.
Menurutnya, Perpres tersebut dibuat karena Presiden menginginkan agar ada Rencana Aksi Daerah untuk pengembangan gim lokal.
“Permasalahan utamanya, gim yang tercipta dalam ekosistem gim lokal ini belum terbentuk kuat oleh gim nasional,” ungkap Menparekraf.
Sandiaga Uno mengapresiasi 11 daerah yang akan menginisiasi untuk mengimplementasi Perpres ini melalui 7 pilar pengembangan industri gim nasional.
Mulai dari pengembangan SDM, pembiayaan dan permodalan, promosi, riset dan pengembangan.
Juga perangkat keras hingga perlindungan pasar melalui penyusunan atau perubahan regulasi pada beberapa kementerian terkait.
“Kita harus mulai melindungi pasar kita. karena kalau tidak, itu uangnya selalu mengalir ke luar negeri tanpa bisa memberikan manfaat kepada ekonomi nasional. Ini adalah bagian daripada kita untuk menjadi jawara juga di Asia Tenggara,” ujarnya.
Dikatakan, saat ini, program implementasi Perpres tersebut masih berprogres.
Dari total 37 target yang ada pada 7 program kerja Tim Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional pada Perpres 19/2024, telah terlaksana atau tercapai 8 target (21/6 persen), 23 target (62,2 persen) belum tercapai, dan 6 target (16.2 persen) masih tertahan.
“Jadi ini mohon bantuan dari kementerian dan lembaga terkait, terutama kementerian keuangan dan kementerian investasi untuk menyelesaikan beberapa program yang masih tertahan. Ada juga di Kominfo. Nanti kita pastikan untuk bisa kita selesaikan sesuai dengan amanat Perpres ini,” kata Sandiaga Uno dalam rakor yang disiarkan live melalui chanel youtube Kemendagri, dan dikutip FC pada Kamis (9/10)..
Tujuan utama adalah implementasi Perpres 19/2024 ini adalah guna mendorong penguatan ekosistem gim lokal menguasai 70 persen pasar dalam negeri, meningkatkan pemanfaatan gim lokal oleh K/L, pemda, BUMN, BUMD dan institusi pendidikan serta aktivasi Rencana Aksi Daerah untuk pengembangan gim lokal.
Adapun tindak lanjut amanat Perpres 19/2024 yang berhasil dirangkum FC adalah sebagai berikut:
Kemendagri agar mengawal pengesahan Rencana Aksi Daerah 2025 terkait industri gim nasional serta penetapan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2026-2029 oleh pemerintah daerah.
Para Gubernur, Bupati/Walikota untuk menyiapkan rencana aksi daerah dengan mengacu pada indikator utama dan urusan yang menjadi wewenang masing-masing.
Kemenaker agar melakukan percepatan revisi Kepmenaker Nomor 228 Tahun 2019 untuk mengakomodir usulan jabatan tenaga kerja asing berkompetensi tinggi paling lambat pada Oktober 2024.
Kemenperin agar melakukan percepatan revisi Permenperin Nomnor 16/2011 untuk mengakomodir penguatan TKDN untuk industri gim paling lambat pada Oktober 2024.
Kominfo agar segera menyelesaikan Laporan Pemetaan Pelaku Usaha dan Pasar Gim Nasional.
KemenBUMN agar mendorong unit/satker di BUMN yang memiliki aktivitas bisnis untuk memprioritaskan penggunaan karakter IP/gim lokal dalam kegiatan pemasaran produk/jasa internal maupun kemitraan.
Kemenparekraf agar melakukan percepatan penetapan Permenpatrekraf terkait pedoman persaingan usaha dan regulasi sistem pembayaran inklusif di platform distribusi gim, dan bersama Kemenkeu dan Kominfo agar menyusun kajian potensi PNBP sektor gim serta mengusulkannya ke Kemenkeu.
Kemendikbudristek bersama Kemenparekraf dan Kominfo agar mendorong keberlanjutan program pengembangan SDM gim, serta membuat platform pemetaan dan sebaran talenta bidang gim di Indonesia.
BPS agar segera mengakselerasi finalisasi dan pengesahan peraturan badan statistik tentang KBLI penerbitan gim
BRIN dan asosiasi/industri agar berkoordinasi dengan Kemenkeu terkjait penyusunan sekema dan lini masa rencana komersialisasi asset store melalui mekanisme PNBP. (Andriyana)










































































































Discussion about this post